Monday, 31 October 2016

Terjawab Sudah, Aksi Massa Demo Ahok Digerakkan Dari Suriah. Simak Videonya!!

Tags
CeriaNews.com - Massa yang tergabung dalam ormas Islam akan melakukan demonstrasi terkait pernyataan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al Maidah ayat 51, pada 4 November mendatang.

Jelang aksi ini, beredar di dunia maya, foto seseorang berpakaian seragam militer dan disampingnya terdapat sebuah peti kayu, peluru, granat dan senjata laras panjang. Tampaknya foto tersebut terkait dengan demo 4 November atas penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

Tidak diketahui siapa yang mengunggah foto tersebut, namun tampaknya foto tersebut bukan foto editan. Terdapat keterangan #Jaisy Al-Fath. Jaisy Al-Fath diketahui sebagai salah satu kelompak aliansi pejuang Islam Mujjahidin di Suriah.

Di peti kayu pada foto itu ditempel kertas bertuliskan "Peti mati untuk Ahok", juga terpampang beberapa lembar kertas lain dengan kalimat-kalimat ancaman terhadap Ahok, "Tangkap Ahok sebelum 4 November" "Hukum Ahok atau peluru kami yang menghukum. #Jaisy Al-Fath".

Bisa jadi aksi massa nati Ahok ini digerakan dan diinisiasi dari Suriah untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah gagal lewat aksi Bom, selalu banyak cara memecah belah kesatuan bangsa.

Indonesia adalah bangsa yang unik. 71 tahun merdeka, hidup damai berdampingan dalam keanekaragaman suku, budaya dan 5 agama. Berbeda dengan negara timur tengah. Hanya memiliki satu agama dan satu budaya tapi faktanya sejak dulu sampai detik ini sellau saja terjadi perpecahan dan peperangan.

Mari rapatkan barisan untuk Indonesia Raya.



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=2ov9uurGvNE

Penulis: Vita Risma@BeritaTeratas.com

Penuh Semangat! Ini Video Pernyataan Tegas Panglima TNI Soal Rencana Aksi FPI 4 November! Share!

Tags
CeriaNews.com - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan siap menerjunkan kekuatan penuh untuk mengamankan demonstrasi terkait dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gatot juga menandaskan bahwa TNI akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

�TNI akan mengerahkan apapun juga untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga kebhinekaan. Sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama, ras dan golongan. TNI adalah satu, yakni Tentara Nasional, yang berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, mempersatukan suku, agama dan ras dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan,� tegasnya kepada seluruh Prajurit TNI pada acara silaturahmi BPP OI dengan TNI tahun 2016 di GOR Heroik, Grup-1 Kopassus, Serang, Banten, Sabtu (30/10/2016).

Video silahkan saksikan berikut ini:

Link video jika tidak muncul: https://youtu.be/dHTjhO0dG-o?t=8m24s

"Saya katakan TNI all out semua kekuatan saya siapkan, termasuk saya. TNI setiap saat (siaga) 24 jam. Kita BKO (perbantukan TNI) kan kepada kepolisian," kata Gatot Nurmantyo, saat ditemui di sela-sela konser Iwan Fals di Group 1 Kopasus, Kota Serang, Banten, Minggu (30/10/2016).

Panglima TNI menyatakan, TNI tetap memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta selalu membela ideologi negara.

Gatot juga mengatakan, bahwa Presiden RI sebagai Panglima Tertinggi TNI telah memberikan amanat kepada TNI agar memegang teguh jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional. Juga memerintahkan TNI menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menjelaskan bahwa Presiden RI telah memerintahkan TNI terus menjaga Kebhinneka Tunggal Ika-an, agar Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.

�TNI harus terus berada dalam garda terdepan dalam mengelola dan menjaga Bhineka Tunggal Ika,� ucapnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pihaknya akan tidak akan mentoleransi gerakan-gerakan yang akan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

�Sebagai alat negara, TNI tidak mentolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi SARA, TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,� ungkap Panglima TNI.

Karena itu, Gatot menekankan kepada seluruh prajurit TNI agar selalu bersama rakyat untuk tidak ragu dalam menegakkan persatuan NKRI.

�Tegakkan kesatuan Komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, Para panglima dan komandan titip prajuritmu mereka adalah anak-anaku, pimpin mereka dengan segenap hati dan pikiranmu,� tegasnya.

Panglima TNI kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan Negara yang berdasarkan hukum dan menghimbau masyarakat untuk selalu berpikir cerdas dalam rangka menjaga keutuhan bangsa,

�Jadi kita adalah negara hukum, kita adalah negara berdasarkan Pancasila, siapapun yang bersalah serahkan kepada aparat hukum, Kepolisian Republik Indonesia, jangan semau-maunya bertindak sendiri, karena ada proses hukumnya,� ujarnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, TNI selalu siap untuk mengantisipasi segala upaya dan kegiatan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI.

sumber: okezone.com & Lensaindonesia.com

LIKE And SHARE 

Haters Ahok Panik! Berita Kompas.com Dibikin Hoax, Ini Klarifikasi Resmi Dari Kompas

Tags
CeriaNews.com - Internet memang menakjubkan. Terima kasih pada pada para pelopor di lembaga ARPA Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang pada tahun 1969 mengembangkan proyek jaringan komputer.

Melalui jejaring itu, setiap manusia di seluruh pelosok bumi dimungkinkan untuk saling terhubung.

Terima kasih pula pada Tim Berners Lee yang menemukan world wide web, "jendela internet" yang memungkinkan setiap manusia di kolong langit bisa saling berinteraksi di jagad maya dengan nyaman.

Internet telah menjadi ruang partisipasi publik yang paling luas sepanjang peradaban manusia. Setiap orang kini tidak lagi hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tapi juga produsen informasi yang aktif.
Kita lalu kebanjiran informasi.

Repotnya, banyak kali kita tidak tahu, informasi yang kita konsumsi di internet benar atau tidak.

Kadang, dengan lugunya kita ikut menyebarkan informasi yang kita tidak ketahui dengan pasti kebenarannya.
Tak soal jika informasi yang disebar adalah benar adanya. Namun, cilaka-lah kalo informasi yang turut kita sebar adalah informasi yang menyesatkan.

Oleh karena itu, pentinglah bagi kita untuk menelaah dengan bijak setiap informasi yang kita konsumsi dari internet.
Karena setiap orang di internet adalah produsen informasi, maka siapapun bisa memproduksi informasi apapun bentuknya, entah benar entah bohong.

Hoax

Seperti halnya yang belum lama ini beredar luas di media sosial. Sebuah skrinsyut berita kompas.com yang telah dimodifikasi disebarkan di media sosial oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

Gambar "hoax" itu kemudian menjadi viral di media sosial. Sejumlah akun di media sosial lantas menyampaikan pandangan mereka dan mencaci Ahok berdasarkan gambar yang tidak benar itu.

Gambar tersebut diedarkan di twitter oleh akun @TweetParpol. Berikut adalah perbandingan gambar hoax dan gambar asli.

Judul berita dalam gambar hoax itu (gambar kiri) adalah "Ahok: Kamu Kira Kami Niat Bangun Masjid, Naikkan Haji Marbut?"

Keji. Judul itu telah dimodifikasi dan penyebaran yang dilakukan oleh akun @TweetParpol berpotensi menyulut kebencian dari mereka yang mengira bahwa Ahok benar mengeluarkan pernyataan itu.

Berita yang benar adalah "Ahok: Kamu Kira Kami Bohong Bangun Masjid, Naikkan Haji Marbut?".

Kata "bohong" pada judul itu diganti menjadi "niat". Maknanya sama sekali berbeda.

Aslinya, berita tersebut tayang pada Jumat 14 Oktober 2016. Silakan klik di sini untuk melihat berita itu.

Akun @TweetParpol yang tidak bertanggungjawab itu juga menyebarkan gambar berita dari sejumlah situs lain seperti detik.com dan merdeka.com yang telah dimodifikasi.

Suasana politik menjelang pilkada memang tengah memanas. Sejumlah pihak yang kita tidak tahu siapa dengan egoisnya tengah memainkan media sosial demi menyulut sentimen publik semata-mata demi kepentingan mereka.(kompas.com)

Akhirnya Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Demo Ahok 4 November!

Tags
CeriaNews.com - Gabungan organisasi masyarakat (ormas) bakal menggeruduk Jakarta pada 4 November nanti. Mereka akan berdemo terkait ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyinggung Surah Al Maidah yang dianggap sebagai penistaan agama.

Kondisi ini membuat Presiden Joko Widodo ikut bersikap. Jokowi mempersilakan para pendemo menyampaikan aspirasinya. Karena pemerintah tak berhak membatasi kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasinya.

�Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak,� kata Jokowi melalui Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam keterangan pers diterima merdeka.com, Senin (31/10).

Dikatakannya, negara menjamin warganya menyampaikan pendapat. Meski demikian, demi menjaga keamanan dan kenyamanan di Jakarta, Presiden lewat Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mengerahkan personel untuk berjaga.

�Pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum. Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun,� pungkasnya.

Pada 4 November nanti, rencananya ribuan personel dari seluruh polda akan dikerahkan mengamankan demo di Jakarta.

sumber: merdeka.com

LIKE And SHARE

2 Ormas Islam Terbesar RI Larang Aksi 4 Nov, Lalu yg Demo itu Islam yg Mana?

Tags
CeriaNews.com � Aksi 4 November belakangan ini menjadi isu yang sangat menghebohkan karena digadang-gadang merupakan aksi demonstrasi yang cukup besar.

Menanggapi hal tersebut, Tante Paku lewat laman facebook miliknya mempunyai pertanyaan besar soal aksi tersebut.

Sebelumnya, pihak dari NU dan Muhammadiyah yang diketahui sebagai salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia menolak ikut aksi tersebut.

Tante Paku pun mempertanyakan tentang asal dari aksi tersebut, Ia pun menduga kalau aksi tersebut ada dalangnya dengan dana besar yang memprakarsai �Aksi Bela Islam II� itu.

Berikut kutipan tim CeriaNews.com dari laman facebooknya:


TERUS YANG DEMO ITU ISLAM YANG MANA?

Umat Islam terbesar di Indonesia itu NU dan Muhammadiyah, sudah jelas mereka mengintruksikan tidak ikut demo 4 November nanti, terus yang mau demo itu umat Islam aliran apa?

Yang jelas pasti ada dalang dengan dana besar di belakangnya, yang menginginkan Indonesia jangan sampai jadi negara besar yang aman dan damai, sebab jika rakyat Indonesia kompak dan aman, ith bisa membahayakan negara-negara lain yang punya kepentingan ingin mengeruk kekayaan negeri ini.

Paling mudah mengacau Indonesia ya dengan mengompori umat Islamnya agar ngamuk dan bertindak anarkis. Dengan demikian Indonesia bisa bergejolak terus, dan para mafia bisa memanfaatkan situasi tersebut.

Apakah kita rakyat Indonesia ingin seperti itu? Dijajah atas nama Agama, dengan alasan paling mudah, karena ada yang menghina agamanya?

Waspadalah, Indonesia akan dijadikan seperti Timur Tengah, diadu domba selamanya, agar pulaunya terpecah-pecah dan mendirikan negara sendiri-sendiri atas dasar Agama mayoritas di pulau tersebut.

Waspadalah dan bangun semangatmu untuk bergandengan tangan dengan TNI POLRI menghadapi mereka yang ingin meluluhlantakkan negara yang kita cintai ini.

Penulis: Rayhan

Kapolri Cium Indikasi Kerusuhan Dari Balai Kota Hingga Istana Negara, Perancang Aksi Berasal Dari...

Tags
CeriaNews.com - Aksi demonstrasi besar-besaran yang direncanakan digelar 4 November terindikasi akan ada pihak yang menunggangi.

Polri yang telah mendeteksi ancaman itu juga mengerahkan personel dari luar DKI Jakarta untuk mengamankan aksi mengecam pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu yang diduga melakukan penistaan agama. Penetapan siaga I juga sudah dikeluarkan.

Ada indikasi kelompok penebar teror ingin memanfaatkan aksi demonstrasi tersebut.

Dari informasi yang beredar menyebutkan, hasil rapat antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Korps Brimob terdapat sejumlah kejanggalan dalam aksi demonstrasi 4 November.

Yakni, akan terjadi kerusuhan dari Balai Kota hingga Istana Negara.

Kemungkinan perancang aksi berasal dari Sukoharjo, Solo, Klaten dan Jawa Tengah.

Yang mengkhawatirkan, ada informasi bahwa pada pelaku teror sudah menyiapkan rencana aksi dengan bom dan sebagainya.

Bahkan disebutkan, para pelaku telah masuk ke ibukota Jakarta awal pekan ini.

Indikasi kerusuhan itu makin ditegaskan dengan penebalan personel Brimob.

Sesuai surat telegram nomor STR/779/x/2016 tertanggal 27 Oktober 2016, sebanyak 57 kompi atau 5.700 personil Brimob dikerahkan ke Jakarta. Semua personil itu diwajibkan tiba Sabtu (29/10) dan Minggu (30/10).

Personel Brimob itu berasal dari dari 15 polda. Yakni, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Banten dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, memang ada indikasi provokasi yang dilakukan untuk mengancam ketertiban saat pelaksanaan memberikan pendapat di muka umum pekan depan.

Indikasi itu dapat terbaca dari berbagai komunikasi di media sosial.

�Maka saya imbau jangan sampai terprovokasi,� jelasnya.

Memang, kondisi saat ini bertumpuk-tumpuk. Ada dugaan pidana yang dilakukan seseorang, ada pula momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Namun begitu, tentunya kondisi semacam itu jangan sampai dimanfaatkan untuk melakukan pidana saat berdemonstrasi.

�Jangan sampai ada pihak yang mengambil kesempatan melakukan pidana,� terangnya.

Tito menegaskan, bila demonstrasi itu dilakukan dengan anarkis maka kepolisian memiliki prosedur yang harus ditempuh.

�Kalau dilakukan dengan damai, tanpa kekerasan tentu akan kami lindungi. Tidak akan ada kekerasan dari aparat kepolisian,� ujarnya ditemui di Bundaran Hotel Indonesia pasca membuka acara sidang Interpol.

sumber: jpnn.com

LIKE And SHARE 

PBNU Resmi Keluarkan Pernyataan Keras Tanggapi Aksi FPI Demo Ahok 4 November

Tags
CeriaNews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan tanggapan tentang rencana Aksi Bela Islam II.

Itu merupakan aksi lanjutan atas dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Berikut ini sejumlah poin pernyataan sikap PBNU:

1. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa, pererat tali silaturahim antarkomponen masyarakat, karena berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil dan makmur. Jaga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

2. Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU, untuk secara proaktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU.

3. Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah, sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tidak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya hal-hal yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa, semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

Sikap ini dibacakan oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, berisikan lima butir pandangan serta imbauan dengan ditandatangani empat pimpinan PBNU.

Empat pimpinan itu di antaranya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen Helmy Faishal Zaini, Rais Aam Ma'ruf Amin, dan Katib Aam Yahya C Staquf.

sumber: republika.co.id

LIKE And SHARE 

Sunday, 30 October 2016

Pernah Sebut Prabowo Titisan Allah SWT, Dia Minta Maaf. FPI & MUI Mengapa Membisu?!

Tags
CeriaNews.com - Pengguna jejaring sosial tengah ramai membicarakan orasi Ketua Umum DPN Srikandi Partai Gerindra Nurcahaya Tandang saat halal bihalal Prabowo-Hatta di Rumah Polonia, Jakarta, Minggu (3/8/2014). Pembicaraan itu merujuk pada pidato Nurcahaya dalam video yang beredar di media sosial.

Dalam pidato sekitar 6 menit, Nurcahaya lantang menolak penetapan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Dalam orasinya, Nurcahaya berbicara mengenai intervensi asing, negara yang sudah dijual ke asing, boneka asing, wacana pembentukan panitia khusus pemilu presiden di DPR, perselisihan hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi, pemimpin komunis, hingga ancaman membuat peradilan jalanan jika aparat penegak hukum tidak berlaku adil.

Namun, fokus pembicaraan publik bukan soal itu. Publik terganggu dengan pernyataan Nurcahaya bahwa Prabowo "titisan Allah SWT". Awalnya, Nurcahaya bercerita tentang alasan mereka harus mendukung Prabowo. Perempuan lulusan S-3 Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu menyebut mendukung Prabowo sebagai jihad.

"... Bukan cuma jihad nasionalisme. Kita tidak hanya mendukung Bapak Prabowo, tetapi hanya visi besar Pak Prabowo sebagai titisan Allah SWT...," ujar Nurcahaya berapi-api disambut tepuk tangan hingga teriakan para simpatisan Prabowo-Hatta yang hadir.

Beragam komentar kemudian bermunculan. Akun Pelangie Indah menulis, "Menit ke 3.48 sy ga salah dengar nich???? Pak Prabowo sebagai titisan Allah Swt ???? Sejak kapan Allah punya titisan?? Astaghfirullah, benar2 dah keblinger. Para pendukungnya diam saja ??"

Sementara akun Ratna Hastuti berkomentar, "...cuma bisa ngelus dada n isthifar lihat tingkah prahara n pendukungnya."

"... ini sudah S3 bodohnya minta ampun, stres apa gara2 g masuk parlemen," tulis pemilik akun @Chabibi07.

Setelah ramai dibicarakan publik, Nurcahaya mengaku dirinya "keseleo lidah" saat berorasi.

"Saya sebenarnya tidak bermaksud mengatakan Pak Prabowo sebagai titisan Allah. Saya saat itu ingin mengatakan Pak Prabowo adalah sosok 'titipan' Allah untuk membawa rakyat Indonesia jadi sejahtera. Tapi saya keseleo lidah," kata Nurcahaya ketika dihubungi seperti dikutip Tribunnews.com.

Nurcahaya mengatakan, ia beberapa kali keseleo lidah saat berorasi, misalnya, ia mengatakan bahwa sidang perdana MK digelar pada 6 Juli 2014. Padahal, sidang itu digelar pada 6 Agustus 2014.

"Saya, Nurcahaya, adalah seorang muslimah. Saya benar-benar mengerti dalam Islam tidak ada 'anak Tuhan' atau titisan Tuhan. Jadi, soal pidato saya itu benar-benar disebabkan keseleo lidah," akunya.

"Saya minta maaf kalau ada pihak yang kurang nyaman atas kata 'titisan' Allah. Itu karena saya keseleo lidah, seharusnya saya ingin bilang Pak Prabowo 'titipan' Allah di zaman ini yang bisa membawa visi besar Indonesia," tutur Nurcahaya.

Perempuan yang sempat menjadi caleg DPR dari Gerindra di dapil Banten III itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mau mengoreksi kesalahannya.

"Itu artinya, mereka masih peduli dan menginginkan saya bertata bahasa yang benar. Jadi, sekali lagi, saya meminta maaf karena keseleo lidah menyebut Pak Prabowo sebagai titisan Allah," tandasnya.

 Sama halnya dengan Gubernur Ahok. Yang terbiasa ngomong ceplas - ceplos namun dirinya tak bermaksud menghina Agama Islam. Logikanya demikian. Bagaimana mungkin, seorang yang hendak mencalonkan diri lalu menghina Agama yang mayoritas?

Namun, untuk mengkukuhkan Ahok sebagai penghina agama. Serta merta sejumlah ormas memberi tagline pada nama Ahok, si penista agama. Jadilah ramai, buak serta merta omongan Ahok yang selip lidah tapi tagline yang sudah dipatenkan pada nama Ahok. Sang Penghina dan penista agama.

Ahok Gubernur DKI Jakarta, ia telah menertipkan prostitusi, lokalisasi, pungli, bangunan liar ilegal, membersihlan kali dan sungai dengan mengerahkan anak buahnya, menutup Diskotik megah, memberangkatkan umrah para penjaga Musholah, rutin menyumbang hewan sapi dihari Idul Qurban, rajin bersedekah dan rutin mengeluarkan zakat menjelang Idul Fitri (meskipun tdk dianggap zakat), membuat program kuliah gratis di 56 Universitas ternama untuk anak tak  mampu, berobat gratis bagi warga tak mampu.

Walau telah meminta maaf seperti halnya Nurcahya, Namun tetap saja, Ahok masih terus diburu oleh gerombolan FPI dan sejumlah ormas. Tidak ketinggalan Fadli Zon, Fahri Hamzah, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Cs.

Itu karena Nurcahya adalah bagian dari kongsi Prabowo Subianto. Maka Nurcahya dimaafkan dan termaafkan. Salahnya Ahok adalah terlahir kedunia ini menjadi bagian dari Jokowi. Dan siapapun yang menjadi bagian dari Jokowi, sampai kapanpun tetap akan diburu oelh 'gerombolan siberat' demi untuk mengembalikan kejayaan mereka untuk berpesta pora. Setelah sekian puluh tahun berpesta pora dan harus berhenti di era kekuasaan Jokowi. Itu menyakitkan.

Apapun caranya, Ahok harus berhenti. Jokowi harus turun. Itulah tujuan akhir dari perjuangan Gerombolan 'siberat'...

Tidak heran bila ketika selip lidah Prabowo adalah Titisan ALLAH SWT, FPI tidak protes. MUI tidak berfatwa.

Beda dengan ahok. Inilah faktanya.


Penulis: Vita Risma@Beritateratas.com



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=Eoeg88OjzG8

Nanik Sudaryati Sebar Isu 500 Tentara China Datang Ke Jakarta Dukung Ahok, Ini Reaksi Polri

Tags
foto asal comot haters ahok ,orang lagi antri dibandara dibilang tentara china datang ke jakarta dukung ahok
CeriaNews.com - Sebelumnya Beredar Berita Hoax Di Media sosial yang di viralkan oleh akun Hater Ahok " Nanik Sudaryati "

Nanik Sudaryati Lewat akun facebooknya menyebarnya berita Hoax bahwa 500 Tentara dari China Datang Ke Jakarta Untuk Dukung Ahok

Berita Hoax soal kedatangan 500 tentara china ke jakarta untuk dukung ahok yang diviralkan oleh akun fb " nanik sudaryati" hingga kini telah di share oleh 2.627 pengguna facebook

Nanik Sudaryati ini merupakan loyalis Prabowo subianto sejak pilpres 2014 silam dan mempunyai sifat dan kegemaran yang sama dengan pakar keliromologi " Jonru" yaitu menyebarkan Fitnah murahan tanpa data yang jelas

Lalu Bagimana Tanggapan Polri atas berita hoax yang disebarkan Nanik Sudaryati ?

Dikutip islamnkri.com dari detik.com , Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoax!
"Itu hoax! Informasi yang dimaksud nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom, Minggu (30/10/2016).

Awi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak bandara. Pengecekan dilakukan setelah ada informasi kedatangan 500 orang WN Cina melalui Gate 3 Terminal D Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 28 Oktober pukul 20.15 WIB dengan menggunakan pesawat Cathay Pasifik CX 719.

"Malam hari pukul 21.40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawar Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil," jelas Awi.

Tidak sampai situ saja, polisi juga melakukan pengecekan ke Hotel Pop! pada pukul 22.30 WIB. Dari hasil pengecekan ke hotel tersebut, yang menginap pada malam itu hanya ada 64 orang.

"Dan tidak ada WN China," imbuh Awi.

Polisi juga menelusuri informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan perugas imigrasi Terminal 2 Bandara Soekarni-Hatta dan tidak ada informasi yang dimaksud.

"Kemudian hasil koordinasi dengan manajemwn hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07.50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22.45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04.00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari," terang Awi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoax yang dapat meresahkan. "Masyarakat juga kami imbau untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya," pungkas Awi.

Editor: tim islamnkri.com

LIKE And SHARE

Ahok Ibarat Bola Karet, Semakin Dibanting Makin Melenting Tinggi

Tags
CeriaNews.com - Survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menempatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bakal calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dengan tingkat keterpilihan tertinggi meninggalkan nama-nama lainnya.

Menanggapi hasil survei tersebut, Analis Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Ansy Lema, menganalogikan Ahok ibarat bola karet yang semakin dibanting, makin melenting tinggi melesat naik popularitasnya.

"Kendati diserang dari berbagai penjuru dengan beragam isu, termasuk kasus Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta, elektabilitas Ahok tetap tidak tergoyahkan, malah menunjukkan peningkatan. Karena itu, bisa disimpulkan peluang Ahok masih cukup besar untuk memenangkan Pilkada DKI. Sejauh ini belum terlihat ada pesaing yang tangguh," ujar Ansy di Jakarta, Minggu (24/7).

Ansy menilai, dukungan kuat terhadap Ahok bisa dipahami karena sebagian besar warga Jakarta menilai Ahok memiliki kinerja yang baik. Menurut dia, pemilih Jakarta yang notabene banyak pemilih rasional lebih mengedepankan aspek kinerja sebagai pertimbangan utama dalam memberikan dukungan pada calon.

"Isu-isu primordial semisal sentimen etnis dan agama tidak laku sebagai jualan politik untuk menaik simpati dan meraup dukungan pemilih Jakarta. Responden menilai sebagai Gubernur, Ahok menghadirkan kerja nyata, bukan sekedar mengumbar janji," tandas dia.

Kerja nyata tersebut, kata Ansy, antara lain bisa dilihat dari beberapa program kerja Ahok yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta. Sebut saja, penanganan sampah yang mengakibatkan kali, sungai menjadi bersih, demikian pula sampah-sampah di lingkungan pemukiman warga tidak lagi dibiarkan dalam waktu lama baru diangkut.

Banjir yang menjadi momok bagi Jakarta, kini berkurang karena penanganan drainase berjalan baik. Selokan di lingkungan kelurahan selalu dibersihkan oleh PPSU.

Selain itu, Ahok juga membuka lapangan kerja bagi warga di setiap kelurahan melalui pembentukan PPSU, PHL Taman, PHL Kebersihan, PHL Tata Air dan sebagainya. Guru-guru honorer di Sekolah Negeri diberikan gaji sesuai UMP. Ahok juga membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mengefektifkan pelayanan perizinan/non perizinan masyarakat dari tingkat Provinsi hingga Kelurahan.

Membuka akses seluasnya bagi warga untuk mengadu/melaporkan hal-hal yang perlu disampaikan ke Gubernur melalui qlue dan jakarta smart city. Pengaduan langsung disampaikan ke Gubernur setiap hari kerja. Agar efektif dan efisien, struktur birokrasi dirampingkan, sehingga bisa menghemat anggaran.

Ahok juga cepat-tanggap mengganti pejabat yang dinilai berkinerja lambat atau kurang optimal, dan tentu saja ia memperlihatkan sikap konsitennya terhadap pemberantasan korupsi dengan membuat sistem penerimaan dan pengeluaran APBD dengan sistem ekatalog, sistem e-budgeting untuk APBD.

"Ringkasnya, Ahok dinilai mayoritas responden sebagai pemimpin cerdas, pekerja keras, tegas, bersih, berani dan dengan rekam jejak mengagumkan. Tak mengherankan, angka kepuasan publik terhadap kinerjanya mencapai 69 persen," ungkap dia.

Jalur Independen dan Jalur Parpol

Ansy sendiri tidak terlalu mempersoalkan Ahok akan maju melalui jalur perseorangan atau diusung parpol. Baginya, yang terpenting Ahok bisa maju sebagai kontestan dalam Pilkada 2017 mendatang. "Warga Jakarta rugi, jika sosok sebagus Ahok akhirnya tidak bisa maju," katanya.

Lebih lanjut Ansy mengatakan, idealnya Ahok diusung Teman Ahok melalui jalur perseorangan, lalu didukung sejumlah parpol. Namun, kata dia hasil revisi UU Pilkada yang menetapkan sistem verifikasi faktual bagi calon perseorangan, membuat jalur perseorangan menjadi semakin sulit.

"Tentu ada saja pendukung Ahok yang kecewa jika Ahok maju melalui parpol, namun saya yakin banyak pula yang berpikir sebaliknya," ujar Ansy.

Pihak yang kecewa, katanya, pasti ada. Kebanyakan pendukung KTP, memberikan KTP mereka supaya Ahok tidak ditekan partai. Dan sudah sangat berhasil, buktinya ada tiga partai, yakni Nasdem, Hanura dan Golkar mendukung Ahok tanpa syarat. Jadi, misi warga mendukung independensi Ahok sudah berhasil. Yang penting Ahok bisa maju.

"Dalam politik Pilkada, bukan hanya how to get power dan how to use power yang penting, tapi juga how to become a candidate," kata dia.

Yang kini harus diupayakan, menurutnya, agar Ahok bisa mendapatkan 'tiket' untuk bertarung di Pilkada tahun depan. Jalur independen, kata dia, mestinya dimaknai merupakan 'kesempatan'. Maksudnya, lanjut Ansy, kesempatan bagi rakyat menyuarakan aspirasinya.

"Kesempatan bagi seorang calon untuk membuktikan dirinya didukung dan memiliki legitimasi kuat. Juga kesempatan bagi parpol untuk mengetahui suara rakyat dan memilih apakah mau mendengarkannya atau tidak. Dengan terkumpulkan KTP lebih dari sejuta, rakyat sebenanya sudah bersuara. Legitimasi Ahok terbukti kuat," ujar dia.

Ansy mengatakan, sudah ada tiga parpol, Nasdem, Hanura, Golkar, yang bersedia mendengar dan mengikuti suara rakyat. Nasdem, Hanura Golkar, kata dia, bersedia mencalonkan Ahok-Heru tanpa syarat.

"Tuntutan mereka hanya satu agar Ahok tetap menjadi gubernur seperti sekarang yang independen terhadap apapun, kecuali terhadap kepentingan rakyat," tandas dia.

Terhadap kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa jika diusung parpol Ahok akan mudah disetir, Ansy meyakini hal itu tidak akan terjadi pada Ahok. Menurutnya, Ahok adalah pemimpin berkarakter kuat yang tidak bisa disetir oleh pihak manapun. Prinsip Ahok hanya taat pada konstutusi, bukan pada konstituen, entah konstituen via jalur independen atau jalur parpol.

"Ahok ya tetap Ahok, mau maju melalui jalur apapun, dirinya tidak bisa disetir atau diatur-atur. Soal ini ia tidak perlu diragukan", kata Ansy.

Sumber: Beritasatu.com

Sindiran Ulama NU KH Anwar Zahid Ke Pengikut Habib Rizieq Yg Mudah Meledak Kayak Kompor

Tags
CeriaNews.com - Dai kondang KH Anwar Zahid yang mengisi pengajian umum dalam rangka Khitanan Massal dan Santunan Yatama di Desa Bandungrejo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berkomentar soal perkembangan politik di Tanah Air.

Menurutnya, kaum Muslim tidak perlu ikut campur dalam problem yang lagi hits di media, utamanya di Jakarta.

Kiai asal Bojonegoro Jawa Timur itu mengingatkan, negara Indonesia sudah dijajah ratusan tahun oleh penjajah.

Salah satu penyebab yang memuluskan proses penjajahan tersebut ialah rakyat Indonesia sangat mudah untuk diadu domba.

Adu domba memanfaatkan isu perbedaan ideologi, beda agama, atau beda panutan.
�Apalagi sesama Islam mudah sekali diadu domba maka agama yang lain akan tepuk tangan menertawakan kita,� katanya kepada ribuan jamaah yang hadir.

Kiai yang terkenal dengan guyonan �Qulhu Ae Lek� itu juga prihatin dengan apa yang ia sebut dengan kelompok �Islam Suhu Pendek�.

Sesuai dengan namanya, pengikut Islam model ini jika disulut sedikit saja akan langsung �meledak�. Begitu Kiai Anwar Zahir membahasakan kondisi umat Islam saat ini yang gampang panik, dan marah.

Ia juga menyinggung soal polemik yang belakangan ramai di media massa tentang pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Bila pernyataan Ahok dianggap sebagai penistaan agama, kata Kiai Anwar, sudah serahkan kepada ulama dan aparat yang terkait menanganinya.

�Kita tidak usah ikut-ikutan. Sudah ada yang mengurus sendiri. Suaramu gembar-gembor lho tidak akan ada artinya,� sindir kiai nyentrik ini agar umat Islam tidak mudah terpengaruh keadaan.

Karena itu ia kembali mengingatkan jangan mudah ikut dalam aliran yang tidak jelas. Juga, jangan mudah diadu domba.

�Jika kita mudah diadu domba berarti kita adalah �domba�,� tegasnya sembari disambut tawa hadirin.

sumber: NU.or.id

LIKE And SHARE 

Patung Buddha Amitabha Di Vihara Tri Ratna Diturunkan Paksa, Begini Reaksi Keras Buya Syafii

Tags
CeriaNews.com - Keputusan Walikota Tanjung Balai Sutrisno Hadi memerintahkan penurunan Patung Buddha Amitabha dari bangunan Vihara Tri Ratna di Tanjungbalai asahan telah mencederai hak sipil dan melukai rasa keberagamaan pemeluk Buddha.

Demikian dinyatakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif. Ia juga meminta perintah itu dipertimbangkan kembali.

Menurut dia, alasan adanya desakan dari ormas tertentu untuk menurunkan patung tersebut tidak bisa dijadikan pembenar bagi lahirnya keputusan yang menggoncangkan sendi-sendi pluralisme itu.

Terlebih, bangunan Vihara Tri Ratna adalah legal karena sudah mengantongi IMB dari Walikota dengan Nomer 648/237/K/2006.

Veryanto Sitohang, Direktur Pelaksana Aliansi Sumut Bersatu, menemukan bahwa surat dari Yayasan Vihara Tri Ratna Tanggal 12 Juni 2010 No. 05/YVTR-VI/2010 dan dari Pengurus Daerah Majelis Budhayana Indonesia Tanggal 16 Juni 2010 No. 085/MDI-Sumut/VI/2010 yang ditujukan kepada Dirjen Bimbingan Massal Umat Buddha menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Buddha sangat keberatan dengan keputusan Walikota tersebut.

"Menurunkan secara paksa sebuah simbol suci yang sangat dihormati oleh pemeluk Buddha jelas sangat melukai," kata Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute.

 "Ini bukan persoalan mayoritas dan minoritas. Tapi persoalan bagaimana kita menghormati sebuah simbol sakral agama sebagaimana kita menjaga kehormatan agama kita sendiri." ujar Fajar Riza Ul Haq

Video detik detik penurunan paksa Patung Buddha Amitabha Di Vihara Tri Ratna di Tanjungbalai asahan bisa pembaca CeriaNews.com lihat dibawah ini :



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=y7cPEqBQtP8

sumber: viva.co.id

LIKE And SHARE

Saturday, 29 October 2016

Usai Didatangi Rizieq. Fadli Zon & Fahri Hamzah Akan Ikut Demo Tangkap Ahok 4 November

Tags
CeriaNews.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah akan ikut demonstrasi bersama organisasi masyarakat Islam pada Jumat (4/11/2016) nanti.

Aksi akan dilakukan untuk mendesak aparat penegak hukum melanjutkan proses hukum terhadap calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga melakukan penistaan terhadap agama.

"?Tadi kita diminta ikut untuk aksi ini, saya insya Allah bersedia. Saudara Fahri juga. Ini bentuk solidaritas dan tujuan kita untuk menegakkan konstitusi Pasal 27 ayat 1. Aksi ini untuk mendorong penegakan hukum, bukan SARA," kata Fadli usai menerima rombongan tokoh Islam yang dipimpin Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di DPR, Jumat (28/10/2016).

Fadli menambahkan DPR akan memberikan surat dengan tembusan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Komisi III supaya aspirasi ormas Islam dipertimbangkan.


"Saya akan buat satu dan dua hari ke depan," katanya.

?Fahri Hamzah menambahkan seharusnya pemerintah menuntaskan kasus Ahok, meskipun beresiko menunda proses pilkada Jakarta.

Tetapi menurut Fahri, penundaan pilkada tidak menjadi soal daripada menimbulkan kerawanan sosial.

"Pilkada bisa ditunda, itu karena bencana alam atau menimbulkan kerawanan sosial. Dalam hal ini, Basuki sudah melakukan kerawanan sosial," tutur Fahri.

Rizieq menduga kasus Ahok mendapatkan intervensi dari pemerintah. Indikasinya, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan pemanggilan Ahok perlu izin Presiden Jokowi.

"Setelah ramai pemberitaan kemudian presiden menerima Ahok di pagi harinya sebelum ke Bareskrim. Ini sangat janggal. Presiden rasanya tidak mungkin tidak tahu bahwa dia akan diperiksa kok malah panggil Ahok," kata Rizieq.

Indikasi lainnya, kata dia, Presiden dinilai tidak bersikap dalam kasus tersebut.

"Apapun, haknya itu sikapnya Presiden. Tapi diam menjadi indikasi kuat sekali presiden punya intervensi di kasus tersebut," tuturnya.

Rizieq menilai polisi tidak profesional menangani dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Dari kasus Ahok itu saksi sudah dipanggil jelas, bukti ada yaitu video yang sudah diperiksa di laboratorium forensik. Mereka sudah menyatakan video tersebut asli hanya dipotong saja tapi itu video asli. Sampai saat ini memanggil Ahok pun tidak berani. Ahok Ke Polri itu datang sendiri. BAP itu belum ada yang ada baru berita acara klarifikasi," kata dia.

Itu sebabnya, FPI dan ormas Islam hari ini datang ke DPR untuk meminta dewan mendorong seluruh komponen serta pemerintah menegakkan hukum.

"Kalau Presiden ingin mengangkangi, kami minta wakil rakyat untuk lakukan sidang istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden yang telah merusak tatanan penegakan hukum di Indonesia. Ini persoalan krusial dan prinsip," kata Rizieq

sumber: suara.com

LIKE And SHARE

Astaga! Oknum Ulama Ini Doakan Ahok Agar Kena Stroke & Mobilnya Meledak!

Tags
Gambar adalah cuplikan, videonya ada di bawah.
CeriaNews.com - Sebuah Video Kontoversial Beredar di Youtube yaitu seorang ulama bersorban sedang berceramah di panggung,

Ulama Ini Mendoakan Agar Ahok kena stroke dan mobilnya meledak

Vidoe tersebut berdurasi 1.45 menit,  berikut ini doa si ulama bersorban putih di depan jamaahnya yang hadir pada saat itu

''Ya Allah, Semoga Ahok Kena Stroke,''Kata Sang Ulama Kepada Jamaah

Tak Lama Kemudian Jamaah Membalasnya dengan mengucapkan kata  "Amin"

Tapi Karena Merasa Kurang Meriah, Sang Ulama Ini Pun Mengulangi Lagi doanya tersebut dan mengingatkan jamaah pengajian yang hadir bahwa doa berjamaah 40 orang sama dengan doa seorang wali, yang sangat ijibah atau pasti terkabul


''Ya Allah,Semoga Ahok Kena Stroke,

''Ya Allah Semoga Ahok Meledak Dalam Mobilnya.

''Tapi Jangan Mati Ya Allah,

"Karena Kalau langsung Mati Nanti keenakan,biarkan Ahok Disiksa Dulu " Ujar si ulama FPI tersebut di depan jamaahnya

Jemaah pun dengan semangat bersama-sama mengucapkan amin.

Belum Diketahui pasti siapa Ulama Ini,Meski didalam Vidio yang beredar di youtube diberi keterangan kalau Ulama tersebut adalah dari FPI

Penasaran seperti apa Video Ulama Sarap yang mendoakan Ahok cepat mati kena stroke dan mobilnya meledak?

silahkan lihat dibawah ini :



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=l3RHD3s-Vh4

sumber: beritateratas.com

LIKE And SHARE 

Sindir Keras FPI, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah Bertanya: Siapa Penghina Al-Qur�an?

Tags
CeriaNews.com  - Terdengar santer dari kota kecil Purworejo, tentang akan adanya Demo di Jakarta pada 4 November 2016 mendatang. Jika benar, demo �mengganyang� Ahok ini yang kedua setelah 14 Oktober 2016 lalu, beberapa ormas Islam seperti FUI dan FPI menggenangi depan Balai Kota Jakarta. Tanggal 4 November 2016 depan, kata berbagai pamflet itu, isunya tetap sama: menuntut dihukumnya Ahok. Kata mereka, ia penghina Al-Qur�an. Benarkah demikian?

Sebenarnya, saya tidak ingin menulis ini. Selain karena saya bukan warga Jakarta, saya juga masih punya sederet urusan pribadi yang tak kunjung kelar, yang mestinya harus saya tangani. Namun apa daya, banyak teman-teman yang menanyakan perihal itu kepada saya. Kebetulan, saya sedikit mengikuti berita dan wacana itu: penghinaan Al-Qur�an. Untuk sedikit memberi gambaran, minimal pandangan subyektif saya, akan saya ulas melalui tulisan ini.

Ada satu kata kunci dalam tulisan ini yang perlu dipegang, yaitu kata �menghina�. Kata ini penting untuk dibahas nantinya, karena menjadi salah-satu pemantik atau pemicu timbulnya kegaduhan sosial di Jakarta yang kemudian menjadi diskursus bahkan kegaduhan nasional.

Baiklah, kita mulai. Bismillahirrahmanirrahim.

Pertama, benih kegaduhan di mulai dari banyaknya serangan yang dialamatkan kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dengan menggunakan surat Al-Maidah ayat: 51 oleh beberapa kelompok untuk berkampanye menggalang kekuatan massa. Salah satu surat dalam Al-Qur�an yang masih multi-interpretatif itu digunakan salah satu kelompok untuk kampanye: jangan memilih Ahok. Serangan ini bisa dilihat di Youtube.

Kedua, dengan adanya banyak serangan tersebut, Ahok merasa risih. Dalam suatu kunjungannya di Pulau Seribu, ia berpidato yang pada intinya: ��jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah ayat 51�.,� diteruskan dengan sikapnya: mau milih silakan, mau tidak milih silakan. Ahok memberi kebebasan.

Ketiga, oleh seorang yang bernama Buni Yani, video tersebut dipotong kata �dipakai�-nya lalu diunggah melalui akun fesbuknya dengan ditambahi caption yang provokatif. Babak baru dimulai. Menyebarlah video itu karena banyak di-share. Inilah era digital, dimana satu akun fesbuk, di kemudian hari, bisa menjadi �wasilah� kegaduhan nasional.

Keempat, video itu kemudian menjadi viral dan pemicu marahnya kaum muslimin. Ya, dengan hilangnya beberapa kata, tentu menghilangkan substansi dan makna. Di sini orang banyak terjebak, jika tidak tahu yang sebenarnya. Siapa yang tidak marah mendengar kalimat editan: �jangan mau dibohongi Al-Maidah ayat 51�? Saya pun tentu akan marah, dan bila perlu memimpin laskar untuk demo di Jakarta, jika kata-kata itu yang memang dia keluarkan. Setelah saya cek, ternyata video itu diedit sedemikian rupa.

Setelah gaduh, ILC, salah satu program favorit yang beberapa kali mendapat Panasonic Award, mengangkat tema itu. Nusron Wahid, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Jawa dan Sumatera ditunjuk menjadi juru bicara. Nusron memulai �orasi�-nya dengan kata-kata bijak: �timbulnya konflik itu disebabkan dua hal: salah paham atau pahamnya salah�. Dalam pada itu, ia juga mengecam keras isu Suku, Ras dan Agama (SARA) untuk berkampanye karena rentan konflik. Ia juga memberi data dan fakta bahwa kekhalifahan Islam terdahulu sudah ada yang mengangkat non-muslim menjadi gubernur. Ia menekankan agar kembali ke konstitusi negara kita: UUD 1945 dan Pancasila. Namun, keterangan mantan Ketum PP GP Ansor tersebut justru membikin kegaduhan baru, karena beberapa hal.

(Pertama) karena ayat tersebut multi-interpretatif (multi-tafsir). Artinya, di internal umat Islam sendiri masih ada berbagai tafsir, khususnya pada kalimat �Auliya� yang oleh mereka yang memaknainya dengan �pemimpin�, juga soal hukum bagaimana mengangkat pemimpin non-muslim. Meski demikian, ada banyak hikmah di sini. Hampir semua umat Islam Indonesia yang melek teknologi jadi tahu bahwa Al-Qur�an memiliki ayat itu, beserta arti dan tafsirnya yang beragam.

Para intelektual, mulai yang tua dan yang muda seperti Nadirsyah Hosen (Rais Syuriah PCI NU Australia), KH. M. Ishomudin (Syuriah PBNU), Zuhairi Misrawi (intelektual muda NU), Muhammad Guntur Romli (intelektual muda NU) dan banyak intelektual muda Islam lain mengkaji ayat itu lengkap dengan referensi dari ulama klasik dan konteks sosiologis turunnya ayat (asbaabul nuzul).

Juga, hasil tafsiran dari salah satu mufassir terbaik di Asia Tenggara, Prof Dr M Qurais Shihab, kembali bertebaran di media. Seakan Allah SWT ingin mengajari umat Islam untuk lebih memperdalam lagi agama yang dipeluk mayoritas masyarakat Nusantara. Ingin tahu apa hasil kajiannya, silakan di searching atau googling hasil riset dan pemikiran tokoh-tokoh kita itu.

(Kedua), mengapa statemen Nusron Wahid menjadi gaduh, adalah karena pembawaannya yang dinilai �kurang sopan�, sambil melotot-melotot. Padahal pembawaan aslinya memang melotot. Dalam hal ini, seorang ustadz yang rajin menyuruh umat Islam untuk bersedekah, dinilai oleh banyak kalangan menyindir Nusron Wahid dengan meminta agar generasi muda tidak sepertinya, memulai video sambil menangis sedih. Ustadz berinisial YM ini cenderung menyalahkan sikap Nusron dan menghadap-hadapkanya dengan ulama.

Menanggapi hal ini, saya mewajarkan karena tiga hal: (1) Nusron agak marah dengan orang yang menggunakan ayat untuk berkampanye. (2) ia tidak menentang ulama yang benar-benar ulama, tetapi �ulama� yang pandai menyitir ayat untuk kepentingan politik.

(3) memang seperti itulah pembawaan Nusron. Dia orangnya tidak suka basa-basi seperti politisi lain, banyak yang jaim. Namun, satu hal dari dia, sepengetahuan saya, selain memiliki nasionalisme yang tinggi, dia juga selalu konsisten dengan apa yang dikatakan dengan yang dilakukan. Kemudian beberapa ustadz yang dikenal di media juga memberi statement yang justru memperkeruh suasana dan membakar hati kaum muslimin.

Kelima, karena video dan berita semakin viral, dimobilisirlah beberapa kelompok Islam untuk demo. Pada Jumat, 14 Oktober 2016, mereka yang hatinya merasa terbakar berdemo di depan balai kota Jakarta. Alhamdulillah, meski dipenuhi spanduk yang profokatif, demo yang diikuti ribuan orang itu berjalan tertib dan tanpa anarki, dengan dikawal polisi dan TNI. Mereka meninta Ahok meminta maaf dan mendorong polisi untuk menyelidikinya secara hukum.

Keenam, karena banyak desakan, Ahok yang belum terbukti secara hukum bersalah itu, meminta maaf. Ia klarifikasi bahwa tidak ada maksud (niat) untuk melecehkan Al-Qur�an. Dalam hal ini juga ditegaskan oleh Nusron di ILC, bahwa yang tahu sebenarnya ayat Allah itu hanyalah Allah, adapun tafsir ulama bisa benar dan bisa kurang benar. Sama, katanya, seperti maksud puisi itu yang paling tahu adalah penulisnya. Kata ini juga diplintir oleh mereka dengan mengatakan Nusron menghina institusi ulama, padahal memang demikian adanya.

Bagi yang tahu ilmu tafsir dan metodologi pengambilan hukum, bahkan sekelas Imam Syafii pun, tidak berani mengatakan �produk ijtihadnya� paling benar atau benar-benar benar. Artinya, kalau yang bersangkutan sudah meminta maaf dan tidak bermaksud menghina Al-Qur�an, sudah selesai masalahnya.

Apalagi, kata-kata Ahok tersebut dipotong, dan potongan ayat itulah yang kemudian dijadikan dasar orang untuk marah, benci dan terbakar hatinya kepada Ahok. Tanpa klarifikasi (tabayyun), sebuah ajaran Al-Qur�an bagi kaum beriman jika mendapat kabar berita, mereka langsung menjustifikasi.

Saya khawatir jika justru yang menghina adalah sebagian dari kita � umat muslim sendiri � yang tak sempat atau tak mau memakai perintah Allah itu: tabayyun. Jika ini yang terjadi, semoga mereka atau kami lekas mendapat hidayah. Sepengetahuan saya, dalam kaidah fiqh disebutkan: maqasidullafzi �ala niatillafidzi, maksud perkataan ada pada orang yang berkata. Jelaslah, Ahok berbesar hati dan mengubur gengsi untuk mau meminta maaf meski belum terbukti bersalah.

Ketujuh, sikap MUI keluar. Pada intinya, karena Ahok sudah meminta maaf, sebagai umat Islam sudah seyogyanya memaafkannya. Sebagai intitusi, MUI memaafkan sikap Ahok tersebut, dan menyerahkan urusannya kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini polisi. Adapun jika ada anggota MUI yang tidak setuju dengan sikap resmi MUI, KH Ma�ruf Amin selaku ketua MUI mengatakan bahwa itu adalah sikap pribadi. MUI menyarankan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini.

Kedelapan, kegaduhan semakin parah, khususnya di media online. Tak bisa dibendung. Kalangan yang berkepentingan pun ikut memanfaatkan suasana ini. Secara parsial, mereka yang demo itu hanya ingin agar Ahok tidak menjadi gubernur lagi.

Orang-orang yang demo itu, setelah saya teliti, sebagian yang dulu menghina Gus Dur, membuat Gubernur Tandingan dan kelompok yang menginginkan berdirinya Khilafah dan anti-Pancasila. Isu Ahok itu mereka giring sedemikian rupa sebagai sesuatu yang marketable. Kemudian, secara komprehensif, adanya keriuhan ini semakin ditunggangi kekuatan yang lebih besar: mereka ingin kehancuran NKRI.

Di sini, entah kenapa kemudian saya treringat kata filsuf Islam, Ibnu Rusyd: "Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah sesuatu yang batil dengan agama."

Yah, isu agama itu mudah dan murah. Ini terbukti banyak digunakan mulai dari peristiwa 11 September, Bom Bali sampai Terorisme, semua berkedok agama. Padahal motifnya ekonomi dan politik.

Kesembilan, berdasarkan laporan Rumadi, ketua Lakpesdam PBNU, Tanggal 4 November 2016 kabarnya akan ada demo besar di Jakarta. �Bukan hanya dari Jakarta, massa dari luar Jakarta akan digerakkan. Ribuan orang mungkin akan mengepung Jakarta. Istana negara akan menjadi sasaran. Rencana sudah disusun. Pamflet sudah disebarkan ke berbagai penjuru. Petunjuk teknis demo juga sudah diberikan, mulai dari membawa perlengkapan menginap, membaca wirid, sampai membuat wasiat jika tidak bisa pulang,� tulisnya di akun fesbuk (27/10). Benar salah-nya Wallau A�lam.

Saya tidak menolak demo itu. Saya mencintai mereka semua, sebagai muslim, orang Indonesia ataupun manusia. Itu hak mereka sebagai warga negara untuk berdemo, terlepas bahwa menurut saya demo itu tergerak karena kesalahpahaman mereka akan barisan kata-kata.

Memang, di sisi lain, Ahok juga kurang pandai dalam bersikap dan berkata-kata. Tapi itulah kelemahannya, di balik kelebihannya yang tegas, jujur dan transparan. Ia suka ceplas-ceplos. Indonesia masih melihat orang dari sopan santun dan unggah-ungguh.

Tapi itu mending bagi saya, daripada politisi yang lugu, kalem, ramah, tapi tahu-tahu nggarong duit rakyat. Akhlak itu alat, dan alat bisa juga untuk menipu. Semua penipu hampir memakai akhlak untuk menjalankan misinya. Tentu, yang baik dan utama adalah berakhlak dan digunakan untuk kebaikan. Namun toh itu sulit di zaman sekarang.

Itulah kronologi yang saya tahu dan saya analisa. Jika ada yang baik dan benar, silakan di ambil syukur-syukur di-share agar orang-orang tahu. Apabila ada yang salah atau kurang baik, saya terbuka untuk di koreksi.

Niat saya menulis ini, jauh sebelum kata pertama saya tulis, adalah agar negara kita tidak terpecah belah, apalagi karena perang saudara. Jika sedikit saja ada anarki, kekerasan, lebih-lebih pertumpahan darah, pasukan Dewan Keamanan PBB kapan saja bisa turun untuk mengambil-alih keadaan dengan dalih HAM, stabilitas dan alasan tetek-bengek. Lalu kita akan bernasib sama dengan saudara-saudara kita di Timur Tengah seperti Afganistan, Libia dan Syuriah.

Semoga, kekhawatiran saya hanyalah sebuah kekhawatiran belaka. Semoga Allah memiliki cara tersendiri untuk merawat Islam dan Indonesia ini menjadi sentrum peradaban dunia, ditengah berbagai krisis moral dunia pertama, yang selalu bernafsu merebut emas, minyak, pasar dan SDA dengan berbagai cara, salah satunya merubah peraturan dan memecah-belah negara ketiga.

Ihdinas shiraatal mustaqim. Shiraatalladziina an�amta alaihim, ghairil maghdzuubi 'alaihim waladl-dlaalliin.

Dan semoga, yang membaca tulisan ini, tidak ikut-ikutan berdemo.

Amin.

Penulis adalah Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah (2013-2016).

sumber: Dikutip Islamnkri.com dari situs resmi Nahdlatul Ulama NU.or.id

LIKE And SHARE

Pesan Dahsyat Ustad Abu Janda al-Boliwudi Ke Kaum Rasis Yg Begitu Bernafsu Menghabisi Ahok

Tags
CeriaNews.com - Lewat Akun Facebooknya Parodi Buatannya Yang diberi Nama " Ustad Abu Janda al-Boliwudi " , Aktivias Muda NU Permadi Arya membuat postingan pedas sekali yang ditujukan kepada kelompok ekstrimis yang selama ini getol menyerang ahok pakai dalil dalil agama yang dipelintir dan bukan pada tempatnya

Berikut ini Postingan lengkap Permadi Arya berjudul " JANGAN KAU KENCINGI " yang dikutip islamnkri.com dari akun Fb parodi Buatannya " Ustad Abu Janda al-Boliwudi"

JANGAN KAU KENCINGI

Jangan kau kencingi pengorbanan darah para pahlawan dengan menjual sentimen muslim non muslim, pribumi non pribumi di Pilkada..

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Martha Christina Tiahahu yang angkat senjata melawan kolonial Belanda.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Nasional Tionghoa Lie Tjeng Tjoan atau Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie yang memasok persenjataan bagi para pejuang.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Kapitan Pattimura (Thomas Matulesy) yang telah merebut benteng Belanda pada tahun 1817. *PATTIMURA BUKAN MUSLIM

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Kristen Robert Wolter Monginsidi yang mengorbankan jiwa mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Katolik Agustinus Adisutjipto yang gigih berjuang sampai namanya diabadikan menjadi nama Bandara di Yogyakarta.

Jangan kau kencingi jasa pahlawan Katolik Komodore Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda diatas KRI Macan Tutul.

JANGAN KENCINGI BUNG KARNO

"Republik Indonesia BUKAN milik satu golongan, BUKAN milik satu agama, BUKAN milik satu etnis saja, tapi milik seluruh Rakyat Indonesia", Ir. Soekarno
Jangan kau kencingi muka Bung Karno dengan membawa-bawa isu etnis & agama ke Pilkada, yang hanya akan memecah belah bangsa.

JANGAN KAU KENCINGI NABI

Bangsa Tionghoa berjasa dalam awal hadirnya Islam di bumi nusantara lewat peran besar Laksamana Cheng Ho. Mantan Presiden BJ Habibie menyatakan bahwa ISLAM HADIAH DARI BANGSA CINA.

Jangan kau kencingi wasiat Nabi Muhammad SAW dengan menghasut permusuhan terhadap keturunan Cheng Ho yang telah membantu menyebar Islam.

JANGAN KAU KENCINGI PANCASILA

Jangan kau kencingi Pancasila
Jangan kau kencingi Agama
Hanya demi urusan Pilkada

Ustad Abu Janda al-Boliwudi
( Nahdliyin pegiat Bhinneka )

* keterangan: pernyataan bung karno dalam gambar adalah yang pakai ITALIC huruf miring..

1. negara ini bukan milik satu agama / etnis saja

http://m.bintang.com/lifestyle/read/2295420/17-quote-soekarno-yang-bikin-api-semangat-kemerdekaan-berkobar

2. PATTIMURA BUKAN MUSLIM

https://en.wikipedia.org/wiki/Pattimura

3. JOHN LIE PAHLAWAN NASIONAL

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150216123948-20-32449/tionghoa-dalam-deretan-nama-pahlawan-bangsa/

ISLAM HADIAH DARI BANGSA CINA

http://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/09/27/mtrx43-habibie-hadiah-terbesar-bangsa-cina-ke-indonesia-adalah-islam

#SayNoToTerrorism


Hingga Berita ini diturunkan oleh islamnkri.com, postingan heboh Aktivias Muda NU Permadi arya lewat akun parodinya " Ustad Abu Janda al-Boliwudi" ini sudah di share oleh 12288 pengguna facebook dan jumlahnya terus bertambah

Editor & Sumber: Tim Islamnkri.com

LIKE And SHARE

Friday, 28 October 2016

Ini Bukti Ahok Masih Didambakan Rakyat DKI, Ahok Cuti Kampanye Mendadak Sepi Aduan! Share!

Tags
CeriaNews.com -  Tak nampak kerumunan orang di halaman Balai Kota Jakarta pagi ini. Padahal biasanya masyarakat selalu banyak yang mengantre menunggu kedatangan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pagi ini memang Ahok tak datang ke Balai Kota. Ahok sudah cuti, memulai kampanye di Pilkada.

Kursi-kursi di teras Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/10/2016) sepi. Sejurus kemudian, datanglah Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jakarta Soni Sumarsono yang baru pulang dari upacara di Lapangan IRTI Monas memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88.
Soni turun dari mobil Dinas Perhubungan, berbaju batik Korpri dia melangkah ke teras. Dia tak disambut para warga yang mengadu, tidak pula diminta foto bersama oleh masyarakat seperti yang biasa ditemui Ahok di pagi hari.

"Karena transisi, kemungkinan karena kesibukan lagi upacara, dan seterusnya. Transisi Pak Ahok, atau informasi belum jelas. Mereka belum tahu apakah Plt bisa menerima atau tidak, tapi kan kami belum tahu," kata Soni menerka sebab sepinya pengadu di Balai Kota pagi ini.

Karena itu Soni ingin humas Pemprov DKI menginformasikan layanan pengaduan langsung tetap dibuka. Kebiasaan pengaduan langsung adalah kebiasaan baik Ahok yang dilanjutkan Soni.

"Maka tugas dari humas Pemprov DKI menginformasikan, bahwa tidak ada yang berubah dari Pak Ahok ke Pak Soemarsono. Prinsipnya, diinformasikan saja bahwa kebiasaan tetap berjalan," tutur Soni.

Padahal, sebelum upacara, Soni sudah datang sejak pukul 06.45 WIB pagi hari. Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini mengaku biasa datang berkantor di Kemendagri pukul 07.00 WIB.

"Saya biasanya sehabis salat subuh langsung berangkat, karena rumah saya di desa, di Bekasi. Kan jauh, macet, ya sudah lah duluan berangkat sambil lihat-lihat Monas," kata Soni.

Meski begitu, Soni tetap menunggu pengaduan datang hingga pukul 10.00 WIB. Bila tak ada juga yang datang, dia akan mengisi dengan kesibukan lain yang harus dia jalani.

"Saya tunggu, setiap hari sampai pukul 10.00 WIB. Kalau tidak ada, saya ada kegiatan lain, agar waktu optimum," ujarnya.

sumber: detik.com

LIKE And SHARE

Ditinggal Ahok Cuti Kampanye, Eh PNS DKI Malah Banyak Yg Masuk Telat! Share!

Tags
CeriaNews.com - Balai Kota DKI Jakarta pagi ini sepi pengunjung setelah ditinggal Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama cuti kampanye.

Tak ada Ahok di Balai Kota, PNS DKI nampaknya lebih santai.

Itu terlihat dari banyaknya PNS yang datang terlambat. Mereka harusnya masuk kerja pukul 7:30 WIB.

Keterlambatan PNS pun terjadi saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dengan santai, puluhan PNS tiba di lapangan Eks IRTI Monas pada pukul 08.00 WIB.
Kedatangan mereka lebih lambat 30 menit sejak Plt Gubernur DKI Soni Sumarsono naik mimbar.

Dalam sambutannya, Soni meminta PNS DKI lebih profesional. Selain itu, PNS diminta bekerja dengan baik.

"Terimalah saya sebagi Plt Gubernur DKI Jakarta selama bapak Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjalani cuti kampanye. Marilah kita bekerja sebaik-baiknya dan profesional," kata Sumarsono dalam sambutannya, Jumat (28/10/2016).

Balai Kota Sepi Pengunjung     

Pendopo Balai Kota DKI yang tiap pagi selalu dipenuhi warga yang hendak mengadu ke Ahok kini tidak terlihat.

Dari pantauan Metrotvnews.com, pendopo kantor gubernur DKI sekitar pukul 7.40 WIB nampak sepi.

Hanya terlihat petugas kebersihan dan beberapa petugas keamanan. Kursi tunggu pun belum rapi. Biasanya, warga sudah menanti Ahok sejak pukul 05.30 WIB.

"Biasanya warga banyak yang datang pagi-pagi, ada yang cuma foto, salaman, mengadu masalah, curhat, apapun pasti dilayani pak Gubernur sebelum masuk kantor," kata seorang Petugas keamanan, Deni.

Ahok cuti untuk berkampanye mulai 28 Oktober 2016. Tugas Ahok dilanjutkan Soni hingga 11 Februari 2017.

sumber: metrotvnews.com

LIKE And SHARE

Thursday, 27 October 2016

Bravo! Imam Besar FPI Habib Rizieq Dipolisikan Putri Bung Karno ke Bareskrim. Ini Alasannya!

Tags
CeriaNews.com - Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden RI pertama, Sukarno, melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Bareskrim Mabes Polri.

Kepada wartawan di kantor sementara Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016), Sukmawati mengaku tidak terima dengan pernyataan Imam Besar FPI, yang ia anggap telah melecehkan Pancasila, serta bapak kandungnya yang ikut merumuskan Pancasila.

"Perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan dan martabat doktor insinyur Soekarno sebagai Proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia," katanya.

Dalam pernyataannya Muhammad Rizieq Shihab atau yang dipanggil Habib Rizieq menyebut "Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala."

Sukmawati mengaku tahu pernyataan tersebut dari sebuah video berisi ceramah Habib Rizieq di wilayah Jawa Barat.

Sejatinya video tersebut sudah beredar dua tahun lalu.

Mengapa Sukmawati baru melaporkannya sekarang, ia mengatakan bahwa dirinya baru tahu Juni lalu, saat Indonesia merayakan hari kelahiran Pancasila.

Saat itu salah seorang temannya menunjukkan rekaman tersebut.

Menyaksikan rekman tersebut ia naik pitam.

Kemudian setelah dirapatkan bersama sejumlah teman-temannya yang juga tersinggung, akhirnya diputuskan untuk melaporkan Habib Rizieq.

"Marah sekali saya, sangat tersinggung," ujarnya.

Dalam laporannya hari ini, Sukmawati menuduh Habib Riziek melanggar pasal 154a KUHP, tentang penodaan lambang negara.



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=AEgYfdSjJuA

Sumber: Tribunnews.com

Wow! Ahok Berangkatkan 50 Marbut Masjid Umroh. FPI & Haters Ke Mana Nih!

Tags
CeriaNews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberangkatkan para marbut atau penjaga masjid di Jakarta untuk umrah.

Program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 itu akan memberangkatkan 50 marbut pada tahun ini.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al-Ayyubi, mengatakan selain program umrah, marbut juga mendapat insentif tiap bulannya.

"Tahun 2014, marbut yang berangkat umrah sebanyak 30 orang, tahun 2015 nambah 40 orang, dan tahun 2016 ada 50 marbut yang berangkat umrah. Insya Allah tahun 2017, akan bertambah lagi marbut yang diberangkatkan (untuk) umrah," kata Makmun dalam acara "Pelepasan Umrah Marbut Masjid" di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Dia mengatakan, program itu dilaksanakan dengan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta kepada DMI DKI Jakarta. DMI DKI Jakarta kemudian yang menyeleksi marbut yang berhak menunaikan ibadah umrah.

Syarat marbut yang dapat mengikuti seleksi itu adalah memiliki rekening bank. Rekening itu dipergunakan marbut untuk menerima insentif dari Pemprov DKI Jakarta. Syarat kedua adalah lamanya waktu bekerja sebagai marbut.

"Syarat ketiga, bisa adzan dan bisa menjadi imam shalat. Marbut harus hafal surat pendek minimal 10 surat," kata Makmun.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam sambutannya mengapresiasi pekerjaan marbut yang tidak mengharapkan gaji. Pekerjaan marbut, kata Basuki atau Ahok, adalah pekerjaan yang mulia.

"Di dalam rukun Islam yang kelima, naik haji. Kalau berangkatin haji, akan menunggu lama, ya sudah minimal haji kecillah, umrah. Minimal Bapak-bapak bisa ziarah dan pulang-pulang ke sini ada semangat baru, berdoa biar nanti bisa haji ya," kata Ahok.

Ahok meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono untuk melepas secara simbolis keberangkatan 50 marbut itu ke tanah suci.

Ahok: Kalau Perlu Berangkatkan 100 Marbut untuk Umrah Tiap Dua Bulan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah untuk meningkatkan hibah bagi Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta.

Nantinya, jumlah marbut atau penjaga masjid yang diberangkatkan umrah akan semakin banyak tiap tahunnya.

Sebab, masih ada sekitar 30.000 marbut yang belum dapat giliran diberangkatkan umrah.

"Kalau tiap tahun cuma tambah 10 marbut, sampai saya berhenti jadi gubernur juga enggak sampai 100 marbut yang berangkat umrah. Ini umrah tiap dua bulan kirim sekali, kalau perlu berangkatin 100 marbut untuk umrah tiap dua bulan," kata Ahok, saat melepas keberangkatan marbut masjid untuk umrah, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Syaratnya, lanjut dia, pengurus DMI DKI Jakarta harus menyeleksi marbut yang akan diberangkatkan dengan benar.

Ahok mengatakan, program memberangkatkan ratusan marbut untuk umrah ini tidak membutuhkan anggaran yang terlalu besar.

Ia juga menyampaikan, lebih baik hibah dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat.

"Marbut sudah melayani, bekerja enggak mengharap gaji, dan ikhlas," kata Ahok.

Adapun program memberangkatkan marbut untuk umrah sudah dilaksanakan sejak 2013.

Pada tahun 2014, marbut yang berangkat umrah sebanyak 30 orang. Kemudian tahun 2015, ada 40 marbut yang berangkat umrah, dan tahun 2016 ada 50 marbut yang diberangkatkan umrah.

Rencananya, 50 marbut akan berangkat umrah ke Tanah Suci pada awal November.

sumber: kompas.com

LIKE And SHARE 

Resmi! Admin Situs Media Fitnah Pemecah Belah Bangsa Ini Akhirnya Dipolisikan!

Tags
CeriaNews.com - Komunitas Advokat Muda Basuki- Djarot (Kotak Badja) melaporkan
portalpiyungan.com mengenai dugaan berita bohong kepada Polda Metro Jaya. Laporan itu lantaran menyebarkan informasi palsu terkait kicauan Basuki T Purnama ( Ahok) di Twitter.

Ketua Umum Kotak Badja, Muannas Alaidid, memastikan bahwa kicauan itu tidak benar. Kicauan diunggah pada tanggal 24 Oktober itu berisi ancaman Ahok kepada Jokowi. "Jika Pak Presiden Jokowi Izinkan Bareskrim untuk periksa saya, kecurangannya saya ungkap ke publik."

Namun, kata Muannas, setelah diselidiki pada tanggal itu tidak ada kicauan tersebut. Kala itu Twitter milik AHok mengunggah tulisan soal Transjakarta. "Bus Transjakarta desain vintage hadir dikoridor desain 1, 5 dan 6. kedepan akan ada versi bus tingkatnya."

Maka atas dasar itu, Muannas memastikan bahwa berita itu palsu. "Hasil temuan kami ternyata pertama kali diunggah crop dan twit palsu ini oleh akun @restyies dan disebar luaskan oleh portalpiyungan.com," kata Muannas dalam keterangannya, Rabu (26/10/16).

Untuk itu, pihaknya secara resmi telah melaporkan situs itu ke Polda Metro Jaya sesuai LP Nomor 5219/X/2016/PMJ/Ditreskrimsus Tertanggal 26 Oktober 2016. Perbuatan itu juga terancam pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 ayat 1 undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Dia menambahkan, adanya berita bohong ini diduga untuk mengadu domba antara Ahok dan Presiden Jokowi. Selain itu, pihaknya merasa serangan ini masih terkait momen Pilgub DKI Jakarta.

"Kami kira jelas ini berita bohong dan dapat dikualfikasikan sebagai perbuatan penghasutan dan menebar kebencian," ujarnya. "Kita juga sama-sama tahu kan ini media (portalpiyungan.com) milik siapa," tambahnya.

Sebelumnya situs portalpiyungan.com dengan sangat pede merilis berita hoax berjudul " KALAP DAN PANIK! Akun Twitter Ahok ANCAM Ungkap Kecurangan Jokowi ke Publik "

Oleh karena itu, Muannas meminta kepada siapa berhati-hati dan bersikap bijak menggunakan sosial media. "Jangan karena Pilkada kehidupan kebangsaan kita dinodai oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menebarkan kebencian dan permusuhan," terangnya

Lebih jelasnya tentang siapa admin atau pemilik situs penebar fitnah nomor wahid portalpiyungan.com silahkan lihat saja di video berikut ini:



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=Pkg7tjdX4AQ

sumber: merdeka.com

LIKE And SHARE 

Wednesday, 26 October 2016

Komjen Buwas Ungkap Borok Anies Baswedan Yg Dianggap Tak Mendukung Pemberantasan Narkoba

Tags
CeriaNews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk menyebarkan informasi bahaya narkoba ke masyarakat, termasuk dengan membuat buku.

Namun dia menyayangkan buku yang dia harapkan dimasukkan ke kurikulum pendidikan sekolah tidak diterima oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat itu dijabat oleh Anies Baswedan.

Hal ini disampaikan Buwas di hadapan Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

Saat itu Buwas 'curhat' soal masih banyak orang yang belum tahu tentang jenis narkoba.

Dikatakan Buwas, dia telah membuat berbagai sarana untuk menyampaikan informasi ke publik mengenai bahaya narkoba.

Salah satunya yakni buku yang dibuat khusus mengenai bahaya narkoba agar dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah tahun 2016 ini.

"Terus terang, produk saya banyak. Bahkan, mohon izin juga kepada Menko Polhukam (Wiranto) bahwa kami sudah membuat buku untuk dimasukkan ke kurikulum, SD, SMP, SMA, semenjak saya tiga bulan jadi Kepala BNN. Dan sudah saya serahkan ke Mendikbud yang lama dan Menteri PMK. Tapi 2016 ternyata tidak masuk ke dalam kurikulum," kata Buwas.

"Padahal ini pencegahan yang efektif. Nah, mudah-mudahan ke depan ini masuk (kurikulum)," tambahnya.

Dikatakan Buwas, saat ini penyebaran narkoba sudah sangat luas. Bahkan hampir di setiap wilayah dan instansi terdapat narkoba.

"Sekarang sudah merata, teman-teman boleh cek. Tidak ada satu RT pun yang berani menyatakan clean and clear dari narkoba. Tidak ada satu instansipun yang menyatakan bersih dari narkoba," katanya.

"Bahkan sudah dibuktikan oleh TNI, bahwa TNI sebagai pilar terdepan atau benteng terakhir negara ini, juga sudah tersusupi, terkontaminasi narkoba. Untungnya Panglima TNI mengambil langkah-langkah sehingga mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi yang lain agar aparat hukum tidak lagi terkontaminasi," tambah Buwas.

Saat ditanya secara terpisah terkait bukunya yang tidak dimasukkan dalam kurikulum, Buwas mengaku sangat menyayangkan. Padahal dia ingin informasi mengenai bahaya narkoba bisa sampai di setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

"Sudah saya usulkan, dia (mantan Mendikbud Anies Baswedan) bilang iya, iya, tapi tidak juga direalisasikan," kata Buwas.

sumber: detik.com

LIKE And SHARE

Kata Ahok Soal Habib Rizieq, Ahok: Saya Kasihan Dengan Habib Rizieq

Tags
CeriaNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa kasihan dengan Imam Besar FPI (Front Pembela Islam) Muhammad Rizieq Shihab yang menginisiasi Konvensi Gubernur Muslim Jakarta.

Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, apa yang dilakukan Rizieq merupakan langkah mundur.

"Saya kira sudah enggak zaman, yah. Pendiri negara ini sudah menetapkan Pancasila dan UUD 1945. Konvensi gubernur kok pakai bedain agama gitu," kata Ahok di RPTRA Amir Hamzah, Menteng, Jumat (26/2/2016).

Ahok mengatakan, negara ini sudah lebih maju daripada pola pikir Rizieq. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat Pancasila yang sarat dengan nilai toleransi beragama. Fondasi Indonesia dengan Pancasila itu sudah terbentuk.

Namun, kata Ahok, apa yang dibuat Rizieq berlawanan dengan semua itu.

"Kasihan dia enggak mengerti bahwa negara ini sudah tumpahkan darah, dan fondasi bangsa ini sudah selesai dibangun. Sudah saatnya membangun tembok dan atapnya, bukan membuat lagi fondasinya. Saya kasihan aja dengan Habib Rizieq," kata Ahok.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun depan, sejumlah tokoh Islam membuka Konvensi Gubernur Muslim Jakarta untuk menjaring calon pemimpin Jakarta yang dapat menandingi Ahok.

Konvensi tersebut diinisiasi Rizieq Syihab, Sekjen FUI KH M Al-Khaththath, Zein bin Sumaith selaku Ketua Umum PP Rabithah Alawiyah, KH Maulana Kamal Yusuf selaku Rois Suriah PWNU DKI Jakarta, dan sejumlah orang lainnya.

Ketua Dewan Pemilih pada konvensi itu, KH Fahrurrozy Ishaq, menjelaskan, gerakan itu dilatarbelakangi keinginan umat Islam akan hadirnya gubernur dan wakil gubernur dari kalangan Muslim.

sumber: kompas.com

LIKE And SHARE 

Video Ini Ungkap Sosok Ahok Sesungguhnya Di Mata Para Rekan Kerjanya! Share!

Tags
Gambar dalah cuplikna, videonya ada di bawah.
CeriaNews.com - Ahok dikenal beberapa masyarakat sebagai sosok yang kasar, dan arogan. Tapi banyak juga yang merasa Ahok seorang sosok yang selalu membantu warga, ramah dan gigih dalam membangun Jakarta.

Media fitnah berlomba-lomba untuk menciptakan kebencian di masyarakat terhadap Ahok dengan mempertontonkan cuplikan ketika Ahok sedang marah besar. Anehnya yang dipertontonkan hanya berupa potongan video saat Ahok marah besar, namun bukan video lengkap yang dapat menunjukkan dari awal alasan mengapa itu bisa terjadi.

Banyak komentar-komentar kebencian terhadap Ahok di media sosial akibat dari pengaruh media fitnah ini. Mereka merasa tahu sosok seorang Ahok lewat artikel di media fitnah yang mereka yakini tersebut. Padahal sangatlah mungkin isi artikel tersebut sudah dipelintir sedemikian rupa dari aslinya, untuk sengaja menciptakan kebencian di masyarakat terhadap Ahok.

Namun yang pasti, jika ingin mengetahui sosok seorang Ahok tentu yang harus kita dengar adalah suara mereka yang setiap hari berada disisi Ahok. Mereka-mereka yang bekerja setiap harinya mendampingi Ahok dalam menjalankan tugas negara.

Berikut video yang diposting oleh Teman Ahok tentang sosok Ahok yang sesungguhnya di mata para rekan kerjanya:

Ahok Dikenal, Ahok Disayang

Mengenal seorang Ahok, mesti menyiapkan hati yang cukup bersih dan adil. Membuka mata pada kinerja Ahok akan sulit dilakukan oleh mereka yang tidak mengenalnya, tapi lebih suka menyudutkan, lebih suka anti, tolak, dan membenci.

Lantas, bagaimana kesan mereka yang sehari-hari bekerja bersama Ahok?

Inilah Basuki Tjahaja Purnama, Calon Gubernur DKI Jakarta no. urut 2, dari mata mereka yang mengenal baik siapa dirinya..

#TetapAhok

Saksikan videonya berikut ini:


Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=qukz7o5DBvg

Silahkan dishare agar lebih banyak masyarakat mengenal sosok Ahok yang sebenarnya.

Penulis: Admin CeriaNews.com
Sumber: Teman Ahok

Tuesday, 25 October 2016

Terungkap! Massa FPI Cs Yang Demo Ahok Ternyata Dibayar Segini & Target Utama Rupanya Jokowi

Tags
CeriaNews.com - Aksi unjuk rasa terhadap calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan agama dan menghina ulama terus menggelinding.

Bahkan, demonstrasi anti Ahok yang dimotori salah satu ormas keagamaan, bukan hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga daerah lain di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Padang, dan Makasar.

Informasi yang beredar, Jumat (4/11/16), bakal ada aksi unjuk rasa yang melibatkan puluhan ribu massa di ibukota dengan tujuan Balaikota DKI Jakarta dan Bareskrim Polri.

Sayangnya dari rumor yang berkembang, aksi unjuk rasa anti Ahok itu ternyata ada yang memobilisasi.
Salah satu ormas keagamaan disebut-sebut menerima kucuran dana hingga Rp 10 miliar dari mantan petinggi negeri ini yang menginginkan Ahok tumbang sebelum berlaga dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Saat dikonfirmasi, Tim Pendampingan Hukum DPP PPP pimpinan Djan Faridz, Muara Karta mengaku sudah mengetahui informasi tersebut sejak beberapa hari yang lalu.

Menurut Karta, sejumlah pimpinan aliansi keagamaan yang ikut demonstrasi mengadukan ke dirinya terkait tidak meratanya distribusi dana Rp 10 miliar.

"Beberapa aliansi melaporkan tidak meratanya pembagian dana. Mereka mengaku hanya menerima Rp 500 juta," kata Karta saat dihubungi rmoljakarta, Selasa (25/10/16).

Atas temuan tersebut, Karta mensinyalir aksi unjuk rasa yang makin marak akhir-akhir ini bukan semata-mata untuk menjegal Ahok.

"Saya melihat sasaran utamanya menjatuhkan Presiden Jokowi. Kalau hanya menjegal Ahok sepertinya terlalu kecil," kata Karta.

Tanggapan dari pihak yang dituduh akan ditampilkan dalam berita selanjutnya

sumber: rmoljakarta.com

LIKE And SHARE

Ditanya Dibayar Berapa Dukung Ahok, Jawaban Ibu Ini Bikin Haters Insaf! Bantu Share!

Tags
CeriaNews.com - Tulisan berikut dikutip dari tulisan Ibu Nong Darol Mahmada pada situs Qureta.com:


Ahok Pemimpin Yang Islami


Itulah yang saya katakan kepada paman saya ketika ia mempertanyakan dan menggugat saya mendukung Ahok. Pernyataan saya ini pun saya twit di akun saya @nongandah, yang kemudian saya banyak dibully oleh haters Ahok  khususnya yang selalu bilang Ahok sudah menista Islam karena �menghina� Surat Al-Maidah.

Buat saya, islami itu adalah kata sifat dan kata kerja, bukan merujuk untuk orang yang beragama Islam. Program-program Ahok selama menjabat sebagai pemimpin Ibukota Indonesia ini sudah melakoni Hadist Nabi yang berbunyi: �Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.�

Bermula dari SMS paman saya yang bertanya saya dibayar berapa milyar sampai mendukung Ahok habis-habisan. Saya tersenyum saja membaca SMS tersebut. Saya kemudian menjawabnya, dibayar trilyunan dengan perhitungan biaya program-program Ahok yang sudah terbukti nyata untuk warga Jakarta khususnya Umat Islam. Saya bilang, buat saya Ahok itu pemimpin yang Islami.

Pamanku sepertinya agak emosi dengan pernyataanku itu kemudian ia  jawab lagi, semua itu kedok dan cara Ahok menghancurkan Islam karena kalau kamu Islam maka seharusnya tidak pilih Ahok. Dia kutip surat Al-Maidah 51. Saya memaklumi sikap politik paman saya karena ia adalah mantan aktivis HMI yang militan sewaktu mahasiswa, ia juga sangat dekat dengan M. Natsir, Pendiri Partai Masyumi.

Saya tidak mau mendebat soal ayat yang jadi heboh dan kontroversi itu karena kalau saya berikan banyak tafsir terkait surat tersebut kepadanya maka sudah ketebak jawabannya, kamu JIL!  Saya tak akan menjawab seperti itu, tak ingin berdebat soal tafsir ayat karena hal itu sudah bertebaran di mana-mana.

Maka dengan telaten saya menjelaskan kepadanya apa saja program-program Ahok yang pro terhadap umat Islam. Tidak mungkin program sebanyak itu kemudian disimpulkan bahwa itu hanyalah kedok Ahok belaka. Rasanya kita bersikap tak adil kepada Ahok karena menuduh senista itu.

Saya kemudian mendaftar prestasi Ahok yang sudah terbukti bermanfaat langsung kepada umat Islam.

1. Ahok membangun Masjid di Balai Kota diberi nama Masjid Fatahillah, Masjid ini digagas di era Gubenur Jokowi, dilaksanakan dan selesai di era Gubenur Ahok, total dana: Rp. 18.8 M. Setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta yang muslim, Balai Kota tidak memiliki masjid.

2. Ahok Membangun Masjid Agung Jakarta Rp. 170 M di Daan Mogot, Jakarta Barat yang akan selesai akhir 2016 dibangun di atas luas tanah 17,8 hektare dengan bangunan seluas 2 hektare, karena Jakarta belum memiliki masjid raya provinsi. Masjid Istiqlal adalah masjid Negara. Setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta yang muslim, Ibu Kota ini tidak memiliki masjid Agung. 

3. Membangun masjid-masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun: Masjid al-Hijrah untuk Rusun Marunda, Jakarta Utara.

4. Membangun Mushola untuk setiap RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak).

5. Membangun Masjid-Masjid di setiap rusun misalnya Masjid Al-Muhajirin di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.

6. Memajukan Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) Jakarta Utara sebagai Etalase Keilmuan Keislaman dan Wisata Religi. Tak hanya itu, Ahok juga selalu memberikan bantuan ke Masjid-Masjid, Musholla-Musholla dan Majelis-Majelis Taklim.
Berdasarkan SK GUB Nomor 2589 Tahun 2015 ada 118 musholla, mesjid dan Majelis Taklim yg mendapat bantuan, dengan kisaran bantuan sebesar 15 juta s/d 75 juta rupiah.

Berdasarkan SK GUB Nomor 308 Tahun 2016 ada 125 musholla, mesjid dan majelis taklim yang mendapat bantuan dengan kisaran bantuan sebesar 15 juta s/d 100 juta rupiah.

Tak hanya itu, Ahok pun membeli tanah-tanah di sekitar masjid agar menjadi ruang terbuka hijau dan membuat taman yang nyaman.

7. Mulai tahun 2016, KJP (Kartu Jakarta Pintar) diberikan ke pelajar-pelajar sekolah-sekolah Islam: Madrasah (dari Ibtida'iyah sampai Aliyah). Total budget KJP 2016: Rp2.5 Triliun.

8. Mulai tahun 2016, Ahok memberikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul kepada penerima KJP yang mendapatkan Perguruan Tinggi, setiap tahun memperoleh 18 juta.

9. Ahok umrohkan Penjaga Masjid/Musola (Marbut) dan Makam (kuncen). Berdasarkan data, Ahok sudah umrohkan 30 orang Marbut dan Kuncen Tahun 2014, di tahun 2015 Ahok umrohkan 40 orang Marbut dan di tahun ini, Ahok siap umrohkan 50 orang Marbut. Tak hanya marbut, Ahok juga berencana akan umrohkan 100 orang Marbut untuk tahun 2017

10. DKI Juara Umum Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tahun 2015, dan diberi bonus. Juara 1: Rp 40 juta, juara 2: Rp 30 juta, juara harapan 1: Rp 12,5 juta, dan juara harapan 2: Rp 10 juta.

11. DKI  Juara ke-2 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2016 di NTB dan pemenangnya diberi bonus gaji bulanan selama 2 tahun untuk mengajari ngaji.

12. Ahok memajukan jam pulang PNS selama bulan Ramadhan 2016, pkl 14.00 agar bisa buka puasa bersama keluarga.

13. Ahok juga sangat perhatian menjelang Lebaran Hari Raya harga-harga sembako naik, ada diskon untuk pemegang KJP, misal: daging dari harga Rp.120.000/kg di pasaran jadi Rp.39.000/kg dengan KJP.

14. Rutin memberikan infaq, shadaqah dan zakat. Tahun 2016, zakat Ahok Rp. 55 juta.
Peduli pada Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis) DKI yang setiap tahun menyalurkan zakat, tahun 2016: Rp. 6 Miliar zakat disalurkan ke mustahiqq.

15. Selalu berqurban setiap tahun dari dana pribadi, tahun 2016 memotong 55 ekor sapi untuk warga Rusun dan dikirimkan ke masjid, musola dan majelis taklim.

16. Ahok mengapresiasi guru ngaji dengan memberikan gaji di masjid-masjid dengan UMR DKI: Rp. 3.1 juta.

17. Yang paling fenomenal adalah Ahok berhasil menutup tempat-tempat yang dikenal sebagai tempat prostitusi, perdagangan manusia, transaksi narkoba, dan dianggap oleh kalangan Islam sebai pusat maksiat. Tempat-tempat ini tidak pernah terbayangkan akan berhenti operasinya.

Misalnya Kalijodo yang merupakan tempat lokalisasi prostitusi legal yang berada di atas tanah negara dan area hijau ini sungguh sulit ditutup karena konon dibekengi aparat dan preman. Bahkan FPI yang berkoar-koar anti maksiat dan menolak Ahok saja sudah beberapa kali berusaha menutup tempat ini tidak pernah berhasil. Selain Kalijodo, Ahok juga menutup tempat diskotik yang legend yaitu Stadium dan Mille�s.

Yang saya daftar ini hanyalah yang saya ingat saja, dan masih sangat terbuka akan bertambah dan para pembaca bisa menambahkannya lagi. Daftar program yang dilaksanakan Ahok ini tak dikerjakan oleh gubernur-gubernur sebelumnya yang nota bene beragama Islam.

Paman saya tak membalas lagi penjelasan saya. Entah, karena malas atau membenarkan apa yang sudah saya terangkan secara panjang lebar itu.

Tiba-tiba saya kangen Gus Dur dan teringat dengan kata-katanya: �Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu�. Ahok sepertinya tak hanya menjalankan Hadist Nabi, ia adalah sebenar-benarnya pengikut setia Gus Dur (Gusdurian). Dan saya pun semakin mantap mendukung Ahok.

Penulis: Nong Darol Mahmada
Sumber: Qureta.com

Tolong bantu share, terima kasih.

Ya Ampun! Pemimpin Redaksi Majalah Dewasa Ini Bongkar Habis Moral Buruk Petinggi FPI!

Tags

CeriaNews.com - Bekas Pemimpin Redaksi Majalah Dewasa Playb*y Indonesia, Erwin Arnada, blak-blakan mengenai pengalamannya dengan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI).

Melalui akun twitter @erwinarnada, ia curhat mengenai fakta dalam proses persidangannya.

Dalam kicauannnya, Erwin membeberkan adanya deal dengan FPI untuk tidak melakukan banding ke tingkat pengadilan tinggi, namun kemudian FPI melanggar perjanjian tersebut.

Menurut Erwin, FPI juga kerap berlaku jauh dari apa yang selama ini dicitrakan sebagai pembela umat muslim.

Berikut kutipan dalam lini masa @erwinarnada yang ditulis pada Minggu 12 Februari 2012 :

@erwinarnada: Nih ya, buat yg ngeyel belain ormas pengacau itu. Gw ceritain gimana mrk sangat 'ekonomis' , artinya koar- koar Allahu Akbar demi uang.

@erwinarnada: Bermula saat saya menang sidang di PN jakarta selatan. April 2007. Tau mrk kalah, lima panglima ormas coba baik-baikin sy. Nyusul ke bali.

@erwinarnada: 3 anggota ormas bikin deal, gak akan naik banding ke pengadilan tinggi.2 syaratnya : minta diundang ke bali dan dibayarin naik haji. so funny

@erwinarnada: Akhirnya sy coba ikutin. Tp cuma kasi 2 org ongkos naik haji. Trus 3 orang boleh diundang ke bali,krn kantor playb*y pindah ke bali

@erwinarnada:Asisten sy @13Rudi yg nemenin 3 anggota ormas saat di Bali.diajak ke bacio dan double six. Minum JD,tanpa malu malu. Mulai jelas munafiknya

@erwinarnada: Minta duit akomodasi 3 hari di bali. Sy kasi. Di Huu Bar mrk minta disediain cw bule ke kami. Di sini saya teriak"kita bukan pimp ,tai!
@erwinarnada: Sy bilang jg bule yg ke bali bkn pelacur.jgn asal !.asisten sy @13Rudi akhirnya sy minta ajak mrk hangout ke tmpat mrk pilih.dibayarin semua

@erwinarnada: Sampe hari ini sy gak tau tuh mrk dibawa ke mana sama asisten sy.yg jelas mereka puas. Dan nyanjung2 sy sebagai panglima playb*y pemberani.

@erwinarnada: 3 bulan kemudian, sy dikasitau kalo pelapor sy, ajukan banding ke pengadilan tinggi. f*** ! Sy diboongin. Udah foya foya mrk

@erwinarnada: sy protes, mrk bilang "naik banding itu keputusan pusat,kami korwil jakarta selatan" WTF. Sy curiga duit buat naik haji dipake buat hal lain

@erwinarnada: Akhirnya sy kalah di kasasi, dijeblosin ke LP Cipinang 8,5 bulan. Sampe akhirnya sy berjuang ajukan PK ke mahkamah agung. Dan dikabulkan

@erwinarnada: Salah 1 panglima ormas ngunjungi sy di cipinang. Minta maaf,ngaku sudah gak aktif di ormas. Dia keluar krn inget anak istrinya.dia nyesel

@erwinarnada: Jadi kalo sampe sekarang @13Rudi selalu ngecam ormas tsb, ya wajar. Dia saksi kemunafikan org yg ngaku plg bermoral dan nentang playb*y

Ketika Tempo berusaha menghubungi Erwin perihal kicauannya tersebut, Erwin tidak mau berkomentar lebih jauh.

"Saya lagi shooting, soal ormas saya sudah gak mau bahas lagi. Sudah cukup saya ungkap di Twitter," tulisnya dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa 14 Februari 2012.

Pada tahun 2006 Ketua FPI, Habib Rizieq, mengadukan sembilan orang yang terlibat dalam produksi Playb*y Indonesia plus 26 perusahaan yang beriklan di majalah itu ke polisi.

Sembilan orang itu adalah Erwin Arnada (Pemimpin Redaksi), Okke Gania (Fotografer Editor), Bayu Aditya (Fotografer), Ponty Carolus (Direktur), Stephen Walangitang (Direktur), Reza Maulana (Direktur), Andara Early (model), Kartika Oktavianus Gunawan (model), Chia (model), Milinko Rasidic, dan Rosandi.

Rizieq menuding, mereka dan 26 perusahan pengiklan telah menyebarkan pornografi sehingga melanggar KUHP dan Undang-Undang Pers 1990.

sumber: tempo

LIKE And SHARE