Monday, 2 October 2017

Siswa SMPN 38 Pekanbaru Dapat Penyuluhan Bahaya Narkoba Dari Polsek Tenayan Raya dan Penyuluh Agama Islam.

Tags



SuksesPos.com, Pekanbaru,- Bhabinkamtibmas Polsek Tenayan Raya berdampingan dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS Senin(2/10/2017) pagi memberikan penyuluhan kepada Siswa SMPN 38 Pekanbaru.


Kanit binmas Poksek Tenayan Raya Iptu H.R.Panjaitan  yang didampingi Panit II Ipda Azwar Alwi, Panit I Hema Malini, Bripka Zalman hrf  dan Bripka. Irwan Gunawan menyebutkan pihaknya telah memberikan penyuluhan kepada keluarga besar SMPN 38 Pekanbaru khususnya bagi peserta didik.


Adapun penyuluhan yang diberikan tentang kedisiplinan,  bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Hal ini perlu diberikan penjelasan  agar siswa disiplin dan taat kepada peraturan dan hukum yang berlaku. Kemudian disampikan juga akan bahayanya penggunaan narkoba maupun kenakalan remaja.


Menurut Kanit siswa harus disiplin. Karena denhan disiplin sesuatu yang dilakukan akan memdapatkan hasil yang maksimal.


 " Kedisiplinan sangatlah penting. Kesuksesan akan dapat dicapai apabila dimulai dengan disiplin. Untuk itu, menghimbau agar siswa disiplin belajar. Sehingga apa yang dicita -citakan akan dapat terwujud,  ujar Panjaitan.


Selain kedisipilnan,  Panjaitan juga menyampaikan makna kesaktian pancasila dan menyampaikan  bahaya narkoba terhadap siswa. 


Panjaitan mengingatkan agar para siswa tidak tergiur dengan rayuan untuk terlibat dalam penyebaran atau pengedar maupun pemakai narkoba. Karena nantinya selain merusak, siswa akan dihadapkan kepada persoalan hukum.


Pada kesempatan upacara bendera Senin pagi tersebut, Panjaitan juga menyinggung tentang penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa berangkat kesekolah. Sebenarnya sangat dilema, siswa SMP belum boleh mengendarai sepeda motor, namun lokasi sekolah yang tidak adanya jalur angkot atau angkutan umum, maka mau tidak mau siswa harus menggunakan kotor kesekolah.  Untuk itu, Panjaitan meminta agar siswa menggunakan Helm, kondisi kendaraan yang layak, lengkap dengan spion, knalpotnya jangan di besarkan, tidak mengebut dan tentunya mengikuti aturan atau rambu - rambu lalulintas.


" Masih banyak ditemukan siswa mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, tidak ada spion, knalpot yang dibesarkan dan sering ngebut di jalan raya. Seperti ini tidak boleh, melanggar hukum. Maka, kalau kedapatan akan kami tindak" tutur Panjaitan. 




Penyuluh Agama Islam Non PNS Kementrian Agama kota Pekanbaru Junaidi,S.Ag juga menambahkan bahwa siswa dilarang untuk terlibat dengan narkotika. Karena perbuatan tersebut adalah perbuatan keji dan tergolong perbuatan syaiton. 


Pengguna narkotika dan obat adiktif lainnya adalah perbuatan yang haram, maka harus di jauhi. " Saya mengingatkan kepada siswa agar tidak mengkomsusikan nakoba. Karena narkoba dapat merusak akal fikiran manusia dan menghacurkan kehidupan generasi bangsa," beber junaidi.




Kepala SMPN 38 Pekanbaru Asbullah,M.Pd ketika dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya menyambut baik penyuluhan dari kepolisian.


 " Kita sangat menyambut baik penyuluhan dari pihak kepolisian, sebenarnya di sekolah sudah disampaikan, namun dari kepolisian adanya pendekatan secara hukum," ungkap Asbullah.


 Lebih jauh lagi, Asbullah menjelaskan, dengan adanya penyuluhan siswa diharapkan tertib dan disiplin terhadap peraturan yang berlaku.


Menurut Asbullah secara berkelanjutan pihak sekolah telah melakukan kerjasama. Hampir setiap bulan siawa mendapatkan   penyuluhan dan informasi dari kepolisian. Dengan demikian peserta didik mengetahui hal- hal yang bertentangan dengan hukum.  Sehingga kedepan siswa tidak akan melakukan perbuatan negatif yang melawan hukum, terangya.


Diakatakan, kegiatan penyuluhan dari polisi dan Penyuluh Agama Islam ini sangatlah penting bagi siswa. Karena siswa diingatkan agar tidak melakukan perbuatan yang merugi dirinya sendiri dan masyarakat.  Hal ini merupakan antisifasi awal agar siswa terhindar dari perbuatan negatif.


Kedepan kegiatan bisa ditingkatkan, sekecil apapun niat dan perbuatan negatif dan melanggar huku dapat dihindari. Siswapun secara emosional dekat dengan polisi sebagai pengayom masyarakat. Sehingga anak didik lebih maksimal belajar dalam meraih  cita-citanya, pungkas Asbullah optimis.(jun)





EmoticonEmoticon