Sebarkan Informasi Terupdate

SMPN 11 Pekanbaru Optimis Lolos Adiwiyata Kota 2019


SuksesPos.com, Pekanbaru,- Setelah dilakukan visitasi oleh tim penilai adiwiyata dari BLH kota Pekanbaru, SMPN 11 Pekanbaru optimis lolos Adiwiyata tingkat kota 2019.    
Kepala SMPN 11 Pekanbaru Edison Malau,S.Pd mengakui, sekolah yang dipimpinnya tersebut sudah dinilai oleh tim penilai adiwiyata dari BLH kota Pekanbaru. 
" Sebelum dinilai tim adiwiyata sekolah sudah melakukan berbagai  persiapan yang menjadi item  penilaian. Dengan kerja sama tim yang solid, kami yakin SMPN 11 Pekanbaru lolos adiwiyata tingkat kota 2019, " Ungkap Malau diruang kerjanya, Senin(11/11/2019).
Sekolah dibawah pimpinan Edison Malau ini terus berupaya mewujudkan sekolah yang asri, sejuk dan nyaman. Setakat ini, pihak sekolah sudah melakukan apa apa saja yang diminta oleh tim penilai dari BLH. Sekarang kita tinggal menunggu hasilnya saja, jelas Malau.
Menurut Malau, pihaknya sudah melakukan persiapan yang maksimal,  mulai dari pembuatan taman, kolam ikan, green house, pembuatan kompos, hydroponik, lobang biopori, bank sampah, penghijauan serta berbagai kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.
Malau yakin, dengan usaha bersama tim adiwiyata, para guru, siswa, orang tua siswa, komite dan masyarakat sekitar target meraih adiwiyata tingkat kota 2019 akan dapat tercapai. (jun).

Share:

SMAN 2 Pekanbaru Raih Juara 1 Lomba Debat Bahasa Se-Provinsi Riau.


SuksesPos.com, Pekanbaru,- SMAN 2 Pekanbaru yang telah sukses meraih juara 1 lomba debat bahasa Indonesia se-Provinsi Riau dalam rangka bulan bahasa yang ditaja oleh Universitas Riau. Lomba yang dikikuti oleh tim debat dari SMA se-Riau tersebut berlangsung tanggal 28-30 Oktober 2019.

Adapun tim debat SMAN 2 Pekanbaru tersebut terdiri dari tiga siswa yang hebat yakni Rahmad Fajar, Anggi Angelyana dan Abellya Mananalu.

Kepala SMAN 2 Pekanbaru Drs. Kasim ketika dikonfirmasi, Senin(4/11/2019) mengatakan, tim debat sekolah yang dipimpinnya memperoleh juara 1 lomba debat bahasa Indonesia sempena bulan bahasa yang yang ditaja oleh Universitas Riau.

" Kita bersyukur dan patut bangga atas prestasi yang dicapai oleh para siswa dalam lomba debat se Provinsi Riau. Ini menunjukan bahwa siswa SMAN 2 Pekanbaru lebih unggul dari sekolah lain," ucap Kasim.


Menurut Kasim, siswa yang tergabung dalam tim debat sekolah cukup menguasai materi dan berkat bimbingan guru pembimbing, sehingga bisa menjadi sang juara. 

" Keluarga besar SMAN 2 Pekanbaru merasa bangga dan mengucapkan terimaksih kepada tim debat sekolah yang telah mengharumkan nama sekolah. Semoga prestasi yang diukir hendaknya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi dimasa mendatang," harap Kasim.

Selain juara 1 debat bahasa, siswa SMAN 2 Pekanbaru Sakira Fatihah siswa kelas XI IPS 1 juga berhasil meraih juara 2 bintang Radio RRI se-Provinsi Riau. Kemudian SMAN 2 Pekanbaru juga memperoleh juara harapan 2 lomba Yel-yel literasi yang di taja oleh Perpustakaan Riau, jelas  Kasim.

Prestasi demi prestasi yang telah dicapai oleh peserta didik, menunjukan bahwa siswa SMAN 2 Pekanbaru cukup unggul dan hebat , karena telah mampu menundukkan lawan-lawannya dari sekolah lain.


" Saya atas nama sekolah mengucapkan selamat dan sukses. Serta menyampaikan apresiasi kepada anak-anak kami yang telah berhasil  mengukir prestasi terbaikya. Semoga prestasi yang diukir memacu semangat dan memotivasi siswa lainnya untuk dapat pula menoreh prestasi dibidang lainnya.


Dikatakan, pihak sekolah selalu mendukung dan memberikan  ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan minat dan  bakat yang dimilikinya, baik dibidang akdemik maupun non akademik. 


" Kita berharap kedepan siswa SMAN 2 Pekanbaru  akan terus mengukir prestasi terbaiknya menjadi sang juara. Sehingga dapat mengharumkan nama sekolah, baik di level provinsi, nasional, bahkan Internasional," harapnya optimis.(jun).




Share:

Mahasiswa UIR Penerima Beasiswa Cendekia Baznas Dibina Jadi Usahawan Sukses



SuksesPos.com, Pekanbaru, Mau jadi pengusaha sukses? Mulailah dari sekarang, jangan ragu dan jangan takut gagal. Sepuluh kali gagal, 11 kali bangkit. Demikian motivasi ditanamkan Kamaruzzaman, SE, MM kepada Penerima Beasiswa Cendekia Baznas Pusat dalam Kegiatan Pembinaan di Gedung Rektorat Kampus Universitas Ialam Riau Jalan Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru, Jum'at  (01/11 2019).

Dalam kegiatan bertajuk, 'Temu Tokoh Inspiring Sukses dengan Berwirausaha', Kamaruzzaman berkisah tentang kiat-kiat sukses menjadi entrepreunership. Dikatakan, zaman sudah berubah. Teknologi canggih terus berkembang, dan mahasiswa harus memanfaatkan teknologi itu sebaik mungkin untuk tempat berwirausaha.

Banyak masyarakat menggunakan media sosial sebagai wadah dalam mengembangkan usaha, dan karya-karya yang mereka kuasai. ''Di zaman serba canggih dan maju sekarang kita harus menjadi pengusaha yang kreatif. Pandai melihat peluang dan membuat suatu produk yang dibutuhkan masyarakat,'' kata Kamaruzzaman.
 
Misalnya, berusaha di bidang kuliner atau boutiq. Kedua jenis usaha ini terus dibutuhkan masyarakat. Silakan para mahasiswa memakai media sosial sebagai sarana berpromosi, dan promosi tersebut tidak membutuhkan biaya.''Anda tinggal membuat disain-disain yang kreatif tentang produk yang dipasarkan. Lalu mensharenya ke media sosial,'' ujar Kamaruzzaman.

Ditambahkan Kamaruzzaman, akan banyak rintangan dan keraguan dalam memulai usaha. Tetapi kita tidak boleh menyerah. Entrepreuner sejati, tegasnya, adalah mereka yang gagal 10 kali dan bangkit 11 kali.

Selain memberi motivasi menjadi wirausahawan, Pembinaan Temu Tokoh Inspiring ini juga bertujuan memberi pencerahan kepada mahasiswa tentang dunia entrepreuner yang terus berkembang. Menurut Sekretaris Lembaga Dakwah Islam Kampus Universitas Islam Riau Anton Afrizal Candra, SAg MSi yang juga Pengelola Beasiswa Cendekia Baznas, kegiatan ini sekaligus membekali mahasiswa tentang nilai-nilai keislaman yang bersumber dari kitab suci Al Qur'an. 
Salah satunya surat Ar-Ra'd: 11 yang menyatakan, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri''. Acara pembinaan dibuka Wakil Rektor III UIR Ir H Rosyadi.*

[][relis
Share:

Sempena Bulan Kesehatan Gigi Nasional, PDGI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial di Tiga Sekolah.




SuksesPos.com, Pekanbaru, - Sempena Bulan Kesehatan Gigi Nasional(BKGN) 2019, Persatuan Dokter Gigi Indonesia(PDGI) cabang Pekanbaru gelar bakti sosial di tiga sekolah yakni SDN 29, SDN 66 dan SDN 67 Pekanbaru.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah yang diikuti ribuan siswa, Rabu(30/10/2019). 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Drs Muhammad Amin,M.Si dalam sambutannya mengatakan data yang diperoleh dari puskesmas dan klinik pratama dikota Pekanbaru baru cukup tingginya pasien yang bermasalah dengan gigi. Upaya yang dilakukan Pemko memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan melakukan gosok gigi yang dimulai dari rumah.

Untuk mewujudkan visi kota Pekanbaru menjadikan kota Pekanbaru smart city madani. Diantaranya masyarakatnya haruslah  sehat, termasuk kesehatan gigi, jelas Amin.

Amin menyampaikan ucapan terimakasihnya dan apresiasinya kepada PDGI cabang kota Pekanbaru yang telah melaksanakan bakti sosial dengan melakukan penyuluhan dan sikat gigi masal disekolah-sekolah.

" Melalui kegiatan ini diharapkan, para siswa dapat menyikat gigi dengan benar dan mampu menjaga dan memelihara kesehatan giginya dengan baik. Kalau gigi tidak sehat, senyumnyapun tidak sehat. Senyum mereka tanggung jawab kita bersama," pungkas Amin

Masih ditenpat yang sama Ketua PDGI Cabang Pekanbaru drg. Agung Wijanarko mengatakan dari 243 cabang PDGI seluruh Indonesia, salah satunya PDGI cabang Pekanbaru ditunjuk dan dipercayakan untuk melaksanakan bakti sosial dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional(BKGN) tahun 2019.

Menurut Agung, bakti sosial yang dilakukan berupa sikat gigi massal, pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut.

Bakti sosial ini melibatkan 71 dokter gigi yang diikuti oleh 1.238 pelajar. Disamping memberikan bimbingan tentang cara menyikat gigi, kita juga memeriksa kesehatan gigi dan mulut siswa, jelas Agung.

" Dengan memberikan penyuluhan dan bimbingan sejak dini cara menyikat gigi kepada pelajar diharapkan dapat memelihara kesehatan giginya dengan baik, pungkas Agung.(jun). 





Share:

Diskusi Generasi Milenial di UIR, "Pengguna Narkoba itu Harusnya Direhabilitasi Bukan Dipenjara"



SuksesPos.com, Pekanbaru, Bekerjasama dengan GM Fest, Universitas Islam Riau menggelar diskusi bertajuk, 'Generasi Milenial Tanpa Narkoba'. Sejumlah nara sumber penting hadir dalam diskusi yang dimoderatori Dr Rizaldi Putra, MBA. Mereka adalah Konjend (Purn) Dr H Anang Iskandar, SH, MH (Kepala Badan Narkotika Nasional 2012-2015), Dr Kasmanto Rinaldi (Kriminolog Universitas Islam Riau) dan Dr Zul Asdi SpB, MKes (Ketua Ikatan Doktor Indonesia Wilayah Riau).

Menurut Wakil Rektor III Universitas Islam Riau Rosyadi, diskusi ini sangat penting karena narkoba sudah menjalar kemana-mana termasuk ke perguruan tinggi. UIR, ujar Rosyadi, sangat selektif menerima mahasiswa baru. Setiap tahun pihaknya melakukan test urine kepada setiap mahasiswa. Mahasiswa yang terbukti mengkonsumsi narkoba tanpa ampun. Langsung dikeluarkan dari UIR.

''Tahun ini kami mencoret delapan mahasiswa baru yang terbukti mengkonsumsi narkoba. Kenapa? karena kami tidak ingin UIR tercemar narkoba. Kami ingin mendidik anak-anak kami dengan baik. Kalau dia terbukti mengkonsumsi narkoba, silakan direhabilitasi terlebih dahulu,'' kata Wakil Rektor dalam sambutannya di Gedung Rektorat UIR, Selasa (29/10 2010)

Rosyadi mengingatkan mahasiswa akan bahaya narkoba. Dikatakan, dalam rentang waktu 15 hingga 20 tahun ke depan kepemimpinan nasional berada di tangan mahasiswa yang sekarang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Kita tidak tahu, bagaimana jadinya bila negara ini dipimpin oleh mereka yang terlibat narkoba. Bisa hancur. 

''Narkoba itu penjajahan yang paling kejam. Karenanya tolong waktu-waktu kosong mahasiswa diisi dengan beragam kegiatan. Bisa olahraga, seni dan musik atau lain-lain, dan di UIR semua fasilitas untuk beraktivitas tersedia dalam jumlah memadai,'' imbuhnya.

Tentang bahaya narkoba juga diurai panjang lebar oleh Anang Iskandar, Kasmato Rinaldi dan Zul Asdi dalam perspektif yang berbeda. Tetapi ketiganya sepakat, pengguna narkoba harus direhebilitasi hingga sembuh. Bukan di penjara. Berebeda dengan pengedar. Mereka yang terbukti mengedarkan narkoba tempatnya memang penjara.

Diakui Anang, ada sedikit kekeliruan dalam penegakan hukum penanganan narkoba. Utamanya terhadap pengguna. Hukum positif kita masih mendahulukan konsep pemenjaraan daripada pemulihan. Dan, ini beresiko bagi pengguna. Ketika pengguna dipenjara mereka belum tentu sehat justru sebaliknya menjadi pintar dalam mensiasati narkoba. Penyakitnya menggunakan narkoba bisa kambuh lagi. Itu sebabnya, ujar Anang, pengguna narkoba dari tahun ke tahun terus bertambah jumlahnya. 

Para pengguna menjalarkan terus obat-obat terlarang itu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Mereka mencari pengguna baru melalui laskar-laskarnya. Dibujuk, dirayu, ditiupu, diperdaya bahkan dipaksa supaya mengkonsumsi narkoba. Masyarakat atau penegak hukum, tambah Anang, kadang juga tak bisa membedakan mana pengguna dan mana pengedar. Yang penting ditangkap dan ada barang bukti.

''Gambaran peredaran narkoba itu seperti peredaran gelap yang susah dipahami. Jadi hati-hati, adik-adik mahasiswa ingat masa depan anda, jangan hancurkan masa depan itu oleh narkoba,'' pesan Anang.

Pandangan serupa disampaikan Kasmanto Rinaldi. Berbicara banyak kasus tentang narkoba baik di luar maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, Krimimolog ini menyatakan bahwa narkoba tidak mungkin bisa habis. Kita cuma dapat memperkecil ruang geraknya supaya korban tidak terus bertambah. Sistem hukum dan aparat penegak hukum, dinilai Kasmanto, tidak terlalu berdaya bila berhadapan dengan narkoba. Jaringannya tidak semata luas tetapi juga kuat.

''Ketika peredaran obat-obat terlarang itu ditertibkan beragam reaksi negatif akan muncul dari kelompok-kelompoknya. Tak sedikit pula yang memberontak. Sementara law enforcement kita tidak cukup kuat menghadapi fenomena-fenomena ini,'' tegas Kasmanto Rinaldi.

Sependapat dengan Anang, menurut Wakil Dekan III Fisipol ini, mereka yang terlibat narkoba tidak mutlak dikirim ke penjara. Tetapi harus direhabilitasi. Penjara dan rehabilitas merupakan dua hal yang berbeda. ''Saya tak sependapat pabila pengguna narkoba dikirim ke penjara. Ini bukan penyelesaian masalah, malah membuat masalah baru. Di dalam penjara mereka akan bertemu dengan para pemain. Lalu diimingi-imingi dengan rupiah. Penyakitnya kambuh lagi. Malah lebih parah,'' ungkap Kasmanto.*

[]relis
Share:

SDN 98 Pekanbaru Optimis Raih Nilai Akreditasi A.



SuksesPos.com, Pekanbaru, Tim asesor akreditasi tingkat SD dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Riau telah melakukan penilaian ke SDN 98 Pekanbaru. Kegiatan visitasi oleh tim akreditasi tersebut dilakukan selama dua hari yakni tanggal 26 dan 28 Oktober 2019.
 
Kepala SDN 98 Pekanbaru, Siti Arofah, SPd menyebutkan,  tim asesor akreditasi saat berkunjung ke sekolah menyampaikan, kepada guru dan para staf tentang maksud dan tujuan akreditasi yang dilakukan.
 
Menurut Siti, tim asesor mengecek seluruh ruangan belajar, ruang UKS, perpustakaan, WC dan kantin. Kemudian juga mengecek lingkungan sekolah untuk melihat kondisi sarana dan prasarana dan fasilitas pendukung lainnya.
 
" Kemudian, mereka juga menilai 8 standarisasi nasional pendidikan, yakni standar pembiayaan, standar pengelolaan, standar penilaian, standar proses, standar sarpras, standar kompetensi lulusan, standar PTK, dan standar isi,"  tuturnya.
 

Dikatakan, Kegiatan visitasi ini adalah melihat secara langsung untuk memverifikasi dan validasi  apa yang telah dilaporkan oleh sekolah secara langsung kepada BAN S/M melalui daftar isian akreditasi.

Siti menyebutkan sebelumnya sekolah yang dipimpinnya itu memperoleh nilai B. Dari hasil visitasi tersebut kita optimis mendapatkan nilai A, tegasnya.

" Kita berharap dari hasil penilaian tim asesor, SDN 98 Pekanbaru  akan memperoleh nilai akreditasi yang lebih baik dari sebelumnya yakni A plus," harapnya optimis.(jun).


Share:

Tabliq Akbar, LDIK UIR Kupas Mukjizat Al Qur'an Bersama Pensarah Malaysia


SuksesPos.com, Pekanbaru, Mukjizat al Qu'ran dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan dibahas secara akademis oleh Lembaga Dakwah Islam Kampus Universitas Islam Riau (LDIK UIR). Kegiatan yang dirangkai bersempena dengan tabliq akbar ini berlangsung di Masjid al Munawwarah Kampus UIR Jalan Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru, Senin pagi (27/10 2019).

Acara yang disambutani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr H Syafhendry ini menghadirkan Dr. Muhammad Hafidz bin Sholeh, Pensarah dari Faculty Pengajian Qur'an, University Sains Islam Malaysia. Turut hadir Ketua Dewan Pembina YLPI Drs H Mukni, Ketua Umum Dr Nurman, Wakil Rektor III Rosyadi, Dekan, dosen dan pegawai Universitas Islam Riau.

Di tempat terpisah Ketua dan Sekretaris LDIK Dr H Zulhelmi, SE, M.Si. Ak, CA dan Anton Afrizal Candra, S.Ag, MSi mengatakan, tajuk pengajian ini cukup menarik karena mengupas kisah-kisah di dalam al Qur'an dari sudut pandang ilmu pengetahuan. 

''Mari kita buka wawasan kita tentang keagungan al Qur'an yang dapat ditelaah dari perspektif ilmu pengetahuan. Misalnya kisah tentang Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Demikian juga dengan kisah tongkat Nabi Musa membelah laut merah saat dikejar pasukan Fir'aun. Atau bagaimana asal mulu bumi terbentuk,'' kata Anton Afrizal Chandra.

Anton menyatakan, mukjizat al Qur'an merupakan peristiwa luar biasa yang hanya diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril yang diturunkan secara mutawatir. Banyak hal yang dapat kita temukan di dalamnya apabila kita mau mempelajari dan memahami isi dan kandungannya. ''Kita undang Dr. Muhammad Hafidz ke tabliq akbar UIR dalam upaya kita membedah mukjizat al Quran dari sudut pandang ilmu pengetahuan,'' ucap Anton.

Wakil Rektor I Syafhendry mengapresiasi inisiatif LDIK dalam menggelar tabliq akbar. Menurut Syafhendry, tabliq ini merupakan wujud dari pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi. Selain dari dharma di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat juga dakwah islamiyah. ''Tema yang dipilih LDIK bagi saya sangat luar biasa,'' imbuh Syafhendry.

Ia mengajak civitas akademika UIR untuk membumikan al Qur'an. Di samping mempelajari dan memahaminya juga mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Termasuk di kampus Univetrsitas Islam Riau.*

[]relis
Share:

Definition List

Unordered List

Support