Wednesday, 5 October 2022

Kumunitas Praktisi Layar Negeri SDN 146 Pekanbaru Ikuti Lokakarya Nasional di Bali.

SuksesPos.com, Pekanbaru,- Sungguh luar biasa Komunitas praktisi layar negeri SDN 146 Pekanbaru diundang oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan teknologi( Kemendikbudristek) RI untuk mengikuti Loka Karya komunitas belajar se-Indonesia di Bali.

" Alhamdulillah Komunitas sekolah kita diundang oleh pihak Kementrian untuk mengikuti lokakarya nasional di Bali. Ini menjadi kebanggaan bagi kita ," kata Siti Arofah,S.Pd kepala SDN 146 Pekanbaru, diruang kerjanya, Rabu(5/10/2022).

Siti Arofah,S.Pd didampingi guru penggeraknya Armalina,S.Pd menyebutkan bahwa sekolah yang dipimpinnya adalah satu satunya SD di Riau yang diundang untuk mengikuti loka karya nasional tersebut.


Armalina sebagai guru penggerak yang hadir pada lokakarya itu menambahkan dirinya merasa senang dan bangga sebagai wakil Provinsi Riau ditingkat nasional. Dimana dalam lokakarya tersebut diberikan pembekalan kepada komunitas yang sudah terdaftar Platform Mardeka Mengajar(PMM).

" Kita melakukan pengimbasa atau diseminasi di komunitas sekolah kemudian mengarah kesekolah lain diwilyah Pekanbaru dan Riau. Kita  sekarang sudah berkolaborasi degan komunitas Provinsi.  Selanjutnya juga akan berkolaborasi degan lintas Provinsi. Sepertidi di Seleman Jogyakarta, " terangnya. 
Dikataknya, komunitas parktisi layar negeri SDN 146 Pekanbaru dengan komitmen AKSI(Aktif, Kreatif Supportif dan Inovatif) sudah mengadakan Webinar dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni dari LPMP Riau.

Lebih lanjut, Siti berharap dengan mengikuti lokakarya dapat memberikan motifasi kepada guru-guru untuk lebih aktif dalam komunitas sekolah dan mengaplikasikan kurikulum mardeka belajar.

Untuk mensukseskan penerapan kurikulum mardeka belajar, kita butuh fasilitas pendukung seperti komputer atau laptop dan perangkatnya. Untuk itu Siti Arofah berharap bantuan croombook dari pihak Kementrian melalui Dinas Pendidikan kota Pekanbaru.

" Saat ini sekolah kita belum mendapat bantuan Croombook atau laptop dari pihak kementrian. Padahal kita sudah mendapat bantuan labor komputer, meja dan lengkap dengan instilasi colokan listriknya, namun tidak ada satupun  croombook. Alasannya sekolah kita tidak ada jaringan. Saya dengar ada sekolah lain yang tidak ada jaringan malah dapat," beber Siti. 

Ia berharap adanya perhatian dari pihak Dinas maupun Kementrian untuk membantu beberapa unit croombook ke sekolahnya agar proses belajar mengajar dan komunitas sekolah dapat berjalan dengan lancar.(jun).







Meriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SMPN 11 Pekanbaru Gelar Berbagai Lomba.

SuksesPos.com, Pekanbaru,- Dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, SMPN 11 Pekanbaru menggelar berbagai perlombaan.

Adapun perlombaan yang digelar yakni lomba MusabaqahTilawatil Qur'an, lomba  mengumandangkan Azan dan lomba hafalan ayat-ayat pendek. 

" Untuk memeriah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita telah menggelar lomba Tilawah Al-qur'an, Azan dan tahfiz ayat ayat pendek," sebut Hj.Erna Daharni,M.Pd kepala SMPN 11 Pekanbaru di ruang kerjanya, Rabu(5/10/2022).

Menurut Erna, perlombaan tersebut dilaksanakan mulai hari Selasa, Rabu dan Kamis besok. Kegiatan lomba diikuti oleh seluruh perwakilan kelas. 

Pengumuman pemenang dan pembagian hadiahnya akan dilakukan pada puncak peringatan pada hari Jum'at(8/10) yang juga akan mengundang Ustadz untuk memberikan tausiah tentang Mualid Nabi Muhammad SAW, jelasnya.
Ia berharap dengan lomba Musabaqah Tilawatil  Qur'an(MTQ) akan dapat mendorong peserta didik untuk lebih meningkatkan lagi semangat dan keterampilannya dalam membaca,memahami dan mengaplikasikan ajaran  Al Qur'an dalam kehidupannya sehari-hari.

Sedangkan lomba mengumandangkan azan bertujuan agar siswa menghayati dan dapat dengan segera memenuhi panggilan azan yakni mengerjakan sholat lima waktu baik di sekolah maupun dirumah.

Lebih lanjut, Erna menjelaskan, melalui lomba hafalan ayat-ayat pendek, agar peserta didik mampu menjadi hafiz dan hafizoh yang terlatih dan mencintai Al-Qur'an.

" Inti dari perlombaan ini adalah meningkatkan nilai ke Islaman peserta didik dengan mencontoh tauladani akhlaknya Nabi Muhammad SAW," tegasnya.

Erna menambahkan, untuk bacaan Al qur'an dan hafalan ayat pendek telah dilakukan pada  hari selasa setiap minggunya. Dimana selama 30 menit peserta didik membaca Al-qur'an, kemudian 30 menit berikutnya diadakan penampilan hafalan ayat-ayat al qur'an seperti surat Arrahman, surat Al-Muluk, surat Yasin, al Baqarah, dan surat Al waki'ah. Terutama juz 30. Kegiatan ini dilakukan sejak siswa mulai aktif belajar tatap muka pasca covid-19.

" Melalui lomba Musabaqah tilaqatil qur'an, Azan dan hafalan ayat ayat pendek akan dapat memicu semangat dan memotovasi  peserta didik untuk mempelajari al qur'an sehingga terbentuknya generasi Qur'ani yang berakhlak mulia," harapnya optimis.(jun).


Tuesday, 27 September 2022

SMAN 4 Pekanbaru Gelar Perjusami Kemah Blok di Harau Payakumbuh.


SuksesPos.com, Pekanbaru, -Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, pendidikan kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. 

Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan kepramukaan di lingkungan satuan pendidikan.

Menyikapi hal tersebut maka SMA Negeri 4 Pekanbaru yang masih menggunakan Kurikulum 2013 pada peserta didik kelas XI dan XII melaksanakan kegiatan pramuka dengan mengadakan kemah Blok yang bertempat di Bumi Perkemahan Tarantang Sarasah Bunta Payakumbuh Sumatera Barat. 
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 360 peserta didik kelas XI dan 20 tenaga guru pembimbing dan pelatih pramuka selama tiga hari yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu atau yang biasa disebut Perjusami.

Saat Pembukaan Kegiatan Pramuka Kemah Blok di lokasi, Kepala SMA Negeri 4 Pekanbaru, Hj. Yan Khoriana, M.Pd meyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan secara swadaya oleh peserta didik dan guru. 

" Banyak nilai-nilai Kepramukaan yang diterapkan dalam kegiatan ini. Mulai dari kerjasama, gotong royong, sikap social, cinta lingkungan, bekerja keras dan menyayangi sesama makhluk Tuhan.
Kegiatan yang menyatu dengan alam ini diharapkan memberikan nilai lebih terutama pembentukan karakter baik bagi warga SMAN 4 Pekanbaru," tegas Khori.
Setelah pemasangan tenda dan perlengkapan kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Materi oleh Pembina Gudep, Dra. Sondang Saribumi, dilanjutkan dengan beberapa materi dari kakak-kakak Pembina yang Lain. 

Kegitan lainnya yang dilaksanakan secara antusias oleh siswa-siswi SMAN 4 Pekanbaru tersebut adalah outgame, hiking, api unggun, dan lintas alam.

Mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan perdana di alam ini setelah pandemic Covid 19 yang mengharuskan mereka belajar secara online.
Kegiatan kemah Blok ini ditutup dengan penyerahan bantuan berupa sembako kepada penduduk sekitar lokasi bumi perkemahan Nagari Tarantang Sarasah Bunta. 

Dalam Bakti Sosial ini Kepala sekolah beserta kakak-kakak Pembina dan peserta didik menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga. Warga tempatan sangat terkesan dengan bakti sosial ini dan berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin. 

Secara garis besarnya kegiatan ini berjalan sangat sukses dan peserta didik serta kakak Pembina bisa kembali ke sekolah dalam keadaan sehat walafiat.(rls/jun).

Turunkan Nadiem, APTISI Riau Aksi Damai di Depan Istana Negara

SuksesPos.com, Jakarta, -Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah X B Riau menggelar aksi damai di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (27/9 2022).

Diantara peserta demo terlihat Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi (Ketua APTISI Riau), Rektor Universitas Hang Tuah Prof Dr Syafrani (Pembina APTISI), Mantan Dekan Fakultas Teknik UMRI Dr Indra Hasan (Sekretaris APTISI), Ketua STIH Persada Bunda (Bendahara APTISI), Medison Dahlan SH MH (Wakil Ketua Bidang Organisasi APTISI). 

Ketua Yayasan Persada Bunda Dr Haznil Zainal (Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan APTISI), Yusril Sabri SH MH (Wakil Ketua Bidang Advokasi APTISI), Rektor UNIKS Dr Nopriadi (Wakil Ketua APTISI) dan Dosen Fakultas Hukum UIR Dr H Syafriadi SH MH (Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi).

Di depan Istana Merdeka, peserta aksi dari APTISI Riau itu bergabung dengan Rektor dan Pengurus APTISI lainnya dari seluruh Indonesia. Termasuk APTISI Pusat.

''Kami ini adalah akademisi, dosen dari berbagai perguruan tinggi. Datang ke sini minta kepada Presiden Jokowi supaya mencopot Nadiem sebagai Menteri karena membuat dunia pendidikan di Indonesia menjadi kacau,'' teriak Medison Dahlan, orator APTISI Riau.

Selain menyampaikan tuntutan turunkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Prof Syafrinaldi juga menyampaikan empat tuntutan APTISI Riau kepada Pemerintah. Pertama, terkait dengan RUU Sisdiknas yang disiapkan dengan gegabah dan tidak melibatkan APTISI yang keberadaannya sangat jelas di dunia pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kedua, perlu dipertegas dalam RUU bahwa akreditasi diwajibkan bagi semua institusi perguruan tinggi, sedangkan akreditasi program studi bersifat sukarela. ''Kita ingin pelaksanaan akreditasi dibiayai oleh Anggaran Negara melalui APBN,'' ujar Rektor Universitas Islam Riau itu.

Ketiga, tambah Syafrinaldi, terkait dengan norma pada Pasal 4 Permendikbudristek Nomor 48 tahun 2022. Di dalamnya dijabarkan bahwa terdapat tiga seleksi yang diperkenankan pada PTN dalam menerima mahasiswa. Yakni seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes dan seleksi secara mandiri oleh PTN.

''Hal ini menurut kami tidak sesuai dengan ratio penerimaan mahasiswa baru sehingga menciptakan ketidakadilan. Apalagi PTS, salah satunya, bergantung hidup dari mahasiswa. Kami berpendapat perlu ditinjau ulang demi terciptanya keadilan yang merata baik itu untuk PTN dan PTS. Jalur mandiri PTN lebih baik dihapuskan,'' tandas Syafrinaldi.

Di luar norma Pasal 4, APTISI juga mempersoalkan norma Pasal 8 yang menyatakan bahwa seleksi secara mandiri oleh PTN dilakukan berdasarkan seleksi akademis dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial. Menurut APTISI Riau, norma ini tidak mengatur sanksi bagi PTN bila melakukan pelanggaran.

''Frase pelarangan tersebut tidak memiliki dampak apapun kalau dilanggar oleh PTN,'' tegas Guru Besar Hukum UIR itu. Di luar itu, APTISI Riau juga menolak adanya Lembaga Akreditasi Mandiri yang berbayar.

APTISI Riau juga mendesak APTISI Pusat agar melakukan gugatan Judicial Review terhadap Permendikbudristek Nomor 48 tahun 2022 ke Mahkamah Agung. 

Aksi damai APTISI berlangsung hingga sore. Tak kurang 30 bus mengintari Istana Merdeka membawa ratusan pimpinan dan dosen dari berbagai perguruan tinggi. ''Kalau mas Nadiem tak sanggup mengelola pendidikan di Indonesia, sebaiknya mundur daripada sistem pendidikan hancur,'' tambah Sekretaris APTISI Riau Indra Hasan kepada wartawan saat mengikuti aksi.*

[]relis

SMPN 37 Pekanbaru Targetkan Raih Nilai A Akreditasi Perpustakaan.

SuksesPos.com, Pekanbaru,- SMPN 37 Pekanbaru menargetkan akan meraih nilai terbaik yakni nilai A akreditasi perpustakaan sekolah yang akan dinilai oleh tim penilai dari perpustakaan Nasional RI pada Desember 2022 mendatang.

" Target kita meraih nilai terbaik yakni nilai A akreditasi perpustakaan," sebut Hj.Indrawati,S.Pd,M.Si kepala SMPN 37 Pekanbaru diruang kerjanya, Selasa(27/9/2022).

Untuk mencapai target nilai terbaik tersebut, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan.

Indrawati menyebutkan ada enam komponen yang menjadi  penilaian akreditasi. Keenam komponen tersebut  yakni koleksi buku, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan serta komponen penguat. 

" Kita sudah melakukan persiapan yang maksimal terhadap enam komponen penilain tersebut. Juga mempersiapkan pojok baca dimasing-masing kelas.
Tinggal menunggu penilaian dari tim assesor perpustakaan Nasional RI. Dengan persiapan yang matang, Kami yakin target meraih nilai A dapat tercapai," harapnya optimis.

Selain mempersiapkan diri menghadapi akreditasi perpustakaan, pihak sekolah juga membenahi sekolah dengan memanfa'atkan lahan kosong sekolah menjadi lahan produktif dengan menanam cabe dan sayuran.

" Kami mendukung program Pj. Walikota Pekanbaru Bapak Muflihun yakni mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam cabe dan sayuran," tegasnya.

Disamping menanam dan pembibitan cabe, pihaknya juga memanfaatkan lahan kosong sekolah dengan menanam jagung yang merupakan projek kewirausahaan yakni implementasi dari
Pembelajaran dalam kurikulum mardeka.

" Melalui kegiatan ini diharapkan akan mengedukasi peserta didik untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini  dan juga memberikan pelajaran agar siswa mampu  memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing," pungkas Indrawati.(jun).

Monday, 26 September 2022

SMPN 38 Pekanbaru Memanfaatkan Lahan Kosong Sekolah Sebagai Projek Kewirausahaan.

Suksespos.com,Pekanbaru,- Lahan kosong sekolah dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Demikianlah yang dilakukan oleh Guru dan siswa SMPN 38 Pekanbaru yang mengolah lahan kosong yang ada dilingkungan sekolahnya untuk menerapkan projek kewirausahaan.

Kepala SMPN 38 Pekanbaru Dra.Hj.Rima Pepitra,MM menyebutkan, pihaknya telah memanfaatkan lahan kosong dibelakang sekolah untuk menjadi lahan produktif yakni dengan menanam sayuran seperti kangkung, labu dan ubi kayu. 

Selain itu, pihaknya juga sudah membuat pembibitan cabe yang nantinya juga akan ditanam dilahan yang ada.
Kegiatan ini merupakan aplikasi dari pembelajaran kurikulum mardeka yakni projek kewirausahaan. 

Dengan projek kewirausahaan  ini dapat memberikan edukasi kepada  peserta didik dalam pemanfaatan lahan kosong sekolah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomis, jelasnya.

Menurut Rima, dua hari kedepan sayur yang  sudah ditanamkan oleh siswa dan guru ini akan dipanen. Hasilnya digunakan oleh warga sekolah, juga sebagiannya akan dijual kepada masyarakat sekitar.

"Kegiatan ini melatih dan menanamkan sikap mandiri dan kewirausahaan sejak dini  kepada siswa. Sehingga kedepan diharapkan setelah tamat nantinya mereka dapat memanfaatkan lahan yang ada dilingkungan tempat tinggalnya menjadi lahan yang menghasilkan dan bernilai ekonomi," harapnya optimis.(jun).


Saturday, 24 September 2022

Tingkatkan Kopetensi Guru, SMPN 2 Pekanbaru Gelar Workshop.

SuksesPos.com,  Pekanbaru,- Guna menciptakan tenaga pendidik yang profesional, SMPN 2 Pekanbaru menggelar Workshop peningkatan kopetensi guru.

Kegiatan tersebut berlangsung sehari penuh yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan yang dipusatkan di SMPN 2 Pekanbaru dengan menghadirkan narasumber Drs.H.Auni.M.Noor,M.Si dosen luar biasa Fisipol Universitas Islam Riau.

" Hari ini kita sengaja menggelar workshop untuk meningkatkan kopetensi guru," kata Arbaiyah,S.Pd,M.Pd kepala SMPN 2 Pekanbaru disela-sela kegiatan workshop," Sabtu(24/9/2022) pagi.

Tujuan dari pelatihan ini memberikan pencerahan  kepada para guru untuk lebih meningkatkan lagi kopetensi sebagai sebagai seorang pendidik.

" Dalam kegiatan ini lebih dititik beratkan kepada peningkatan Kompetensi pedagogik, kopetensi kepribadian dan kopetensi sosial. Kemudian kompetensi profesionalnya.  Ini perlu dimiliki oleh guru," jelasnya.
Menurut Arbaiyah pada pelatihan ini para guru diberikan pembekalan dan arahan tentang pengajian materi pembelajaran kepada peserta didik dalam prosea belajar mengajar untuk menciptakan siswa yang sholeh dan sholehah. Inilah yang dituntut oleh mardeka belajar yakni pembentukan karakter yang mencerminkan profil Pancasila.

" Melalui pelatihan ini diharapkan para pendidik lebih bersemangat dan termotifasi untuk mengimplementasikan dan mengaplikasikan kopetensi yang dimiliki dalam kehidupan swhari -hari, karena guru adalah teladan yang baik dalam lingkungan keluarga, sekolah dan di tengah masyarakat," harapnya optimis.(jun).