Wednesday, 16 November 2016

Kemendikbud minta siswa ikut kampanyekan internet sehat

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyadari jutaan informasi dengan mudah diperoleh melalui internet, yang kini sudah menjadi bagian hidup
"Literasi bukan sekedar bisa baca tulis, hal yang lebih penting dari menumbuhkan budaya baca tulis adalah membiasakan para siswa untuk bisa memilah informasi yang bertebaran di mana-mana," ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad.

Selain bisa memilah informasi, para siswa juga wajib bisa memastikan bahwa informasi yang mereka terima bisa digunakan secara tepat.

Hamid menambahkan, kehadiran sosial media dan layanan-layanan internet lainnya tidak bisa dihindari. Langkah paling bijak dalam mengikuti perkembangan tersebut adalah tetap menggunakannya dengan bijak.

"Apakah informasi itu benar, apakah berguna, dan berdampak apa untuk kita dan orang di sekitar kita," jelasnya.

Tak hanya itu, Ia juga menginginkan agar pelajar di Tanah Air bisa memberikan informasi positif melalui akun jejaring sosial yang dimilikinya. Hal ini penting, supaya mereka yang membaca bisa mendapatkan hal yang baik dari pesan yang disampaikan.

"Bangsa ini butuh energi positif untuk bangkit. Energi tersebut bisa muncul melalui tulisan tulisan positif," imbaunya.
Kemendikbud sendiri sejatinya sudah memiliki berbagai layanan pendidikan yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sebagai bahan ajar maupun sumber informasi yang valid tentang isu-isu pendidikan. Langkah ini mereka lakukan sebagai upaya memperkaya informasi pendidikan bagi guru dan peserta didik sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Layanan yang diberikan mulaidari Rumah Belajar (https://belajar.kemdikbud.go.id), Streaming TV Edukasi (http://tve.kemdikbud.go.id/), Suara Edukasi (http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id/), bahkan adanya forum sekolah berbasis TIK (http://sekolah.jardiknas.kemdikbud.go.id/) adalah sarana yang seharusnya dimaksimalkan pemanfaatannya oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.


EmoticonEmoticon