Friday, 16 December 2016

Ahok klaim elektabilitasnya naik karena warga DKI sudah memaafkannya

Tags

SuksesPos.com - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan elektabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat naik karena perubahan sikapnya yang santun. Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi mengatakan, publik memaafkan ucapan Ahok karena permohanan minta maaf mantan Bupati Belitung Timur tersebut tulus, sehingga publik juga harus memaafkan Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Calon Gubernur DKI nomor urut 2, Ahok menyakini seluruh warga DKI Jakarta akan memaafkan dirinya atas kasus dugaan penistaan agama. Oleh sebab itu, elektabilitasnya naik atas permohonan maaf tersebut.

"Bisa saja, yang penting memang warga DKI bangsa kita, bangsa pemaafkan ya kita itu. Orang-orang tertentu yang tak bisa memaafkan. Bangsa kita, bangsa yang bertuhan dan memaafkan saya kira itu," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta, Jumat (15/12).

Menurut dia, elektabilitasnya naik karena tingkat kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kinerja Ahok-Djarot. Apalagi Ahok-Djarot, kata dia, calon petahana yang sudah bekerja memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama 4 tahun. 

"Kami memang tinggal survei kepuasan saja ya harusnya masyarskat luas mengikuti tingkat kepuasan itu sebenarnya. Kita kalau petahans enggak bisa kerja lagi, mau apa lagi sudah 4 tahun kok petahana kerja ya sudah selesai. Sekarang masyarakat puas enggak dengan petahana kami berikan pelayanan selama ini kalau puas masyarakat tak ada faktor lain pilihnya mendekati," ujar dia.

Sebelumnya, Juru bicara Ahok-Djarot, Maruarar Sirait mengaku elektabilitas Ahok sempat turun dari 50 persen hingga 30 persen karena kasus dugaan penistaan agama. Namun, Lembaga Survei Indonesia telah mensurvei elektabilitas Ahok meningkat karena perubahan yang santun dan ramah. 

"Namun ternyata penurunan itu bukan berarti setop atau final, ini rebound. Elektabilitas Ahok-Djarot ini naik lagi sebagaimana survey LSI ini. Ini Karena Ahok fair, kalau salah ya mengakui kesalahan. Dan Ahok juga sudah minta maaf, dan rakyat Indonesia itu sangat pemaaf. Kini Ahok juga judah santun," kata Maruarar dalam acara "Likebility Is Electability? Kualitas Personal Calon Dalam Pilkasa DKI Pascainsiden Al Maidah" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (15/12).

Maruarar mengakui semua manusia memiliki potensi untuk salah, dan melakukan kesalahan, tak terkecuali Ahok. Sambil mengutip survey LSI bahwa 59 persen masyarakat menganggap permintaan Ahok sangat tulus dan memaafkannya. "Ahok sudah berubah," kata Maruarar.


EmoticonEmoticon