Monday, 12 December 2016

Kapasitas ruangan terbatas, polisi batasi pengunjung sidang Ahok

Tags

Polda Metro Jaya telah meninjau langsung gedung bekas PN Jakarta Pusat yang bakal dijadikan lokasi sidang perdana kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono menegaskan, pihaknya akan mengamankan jalannya persidangan dari awal hingga akhir.
"Jadi untuk besok pagi akan dilaksanakan kegiatan persidangan bapak Ahok, jadi pada prinsipnya kepolisian akan mengamankan jalannya sidang tersebut. Pertama adalah kegiatan, kegiatan itu sidang, dari awal, pelaksanaan hingga akhir kami amankan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (12/12).
Tidak hanya mengamankan jalannya persidangan, polisi juga akan mengamankan kawasan sekitar lokasi sidang.
"Lokasi pengadilan kita amankan, dengan lokasi lain seperti sentra ekonomi dan perkantoran. Ketiga mengamankan orang. Orang siapa? orang di sana, orang yang melaksanakan sidang, perangkat sidang, pengunjung sidang serta media," ungkapnya.
Untuk jumlah personel yang akan diterjunkan, Argo belum bisa memastikan. Jumlah personel kepolisian harus seimbang dengan jumlah massa yang datang menyaksikan sidang. Sidang yang digelar terbuka untuk umum ini bisa disaksikan oleh semua kalangan. Tetapi, kapasitas ruang sidang yang terbatas dikhawatirkan akan menjadi masalah jika semua diizinkan masuk.
"Nantinya ada terbatas juga masuk ruang sidang. Soalnya kapasitas 60 sampai 80 orang dan kalau yang masuk 400 orang kan enggak mungkin," tuturnya.
Argo menjelaskan bahwa yang berhasil masuk duluan dia yang bisa menonton secara langsung. Sementara itu, di luar ruang sidang pihaknya juga akan menyediakan beberapa TV berukuran besar agar warga yang tidak tertampung di ruang sidang bisa menyaksikan jalannya persidangan.
"Mau nonton boleh. Tidak ada boleh yang tidak masuk. Sekarang gini, kalau sudah penuh apa dipaksakan?," ujarnya.
Untuk memastikan keamanan jalannya persidangan, semua yang hadir akan diperiksa ketat. "Tentunya nanti yang masuk akan kita cek jangan sampai membawa senjata tajam dan sebagainya," ucapnya.


EmoticonEmoticon