Friday, 13 January 2017

Penyelundupan Lewat Laut Kian Marak

Tags

.Com, Pekanbaru,-Ketika semua pihak fokus memadamkan api saat karlahut lalu, para penyelundup memanfaatkan momen memasukkan barang-barang ilegal lewat laut.

Kasus kebakaran lahan dan hutan yang terjadi 2016 lalu membuat seluruh pihak memfokuskan perhatian usaha pencegahan dan pemadaman. Tetapi daerah pesisir khususnya di perairan Selat Melaka yang menjadi batas dengan negara jiran luput dari perhatian.

Danlanal Dumai Kolonel Muhammad Risahdi menyebutkan dalam rapat koordinasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang di gelar di ruang kenanga, Kantor Gubernur Riau menyebutkan ada banyak kasus penyeludupan termasuk narkoba yang masuk melalui jalur laut internasional tersebut.

"Selama Karlahut terjadi pada 2016 lalu semua aparatur TNI, Polri dan pemerintah fokus ke hutan. Begitu juga personil Angkatan Laut juga banyak dikerahkan membantu pemadaman api. Akibatnya di laut jadi sepi. Karena minim pengawasan inilah dimanfaatkan para penyeludup termasuk memasukan narkoba ke Riau," kata Danlanal, Jumat (13/1/17).

Hal ini tentu saja menjadi persoalan bagi angkatan laut, karena satu sisi dituntut berpartisipasi melakukan pemadaman. Disisi lain dituntut juga memaksimalkan pengamanan di laut.

Kejadian yang terjadi pada tahun lalu itu tentu saja akan menjadi cermin kebijakan angkatan laut pada tahun ini dan ke depan. Karena dikhawatirkan, panas ekstrim yang diperkirakan terjadi pada tahun ini, akan dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penyeludupan melalui jalur laut.

Pernyataan Danlanal ini  direspon Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi yang hadir pada acara Rakor Karlahut 2017 yang dilaksanakan di ruang kenanga Kantor Gubernur. Menurut Danrem, kejadian itu seperti efek domino, oleh pihak tertentu yang mau mengambil keuntungan dari Karlahut.

Karena itu, Danrem menyatakan apresiasinya atas laporan yang disampaikan Danlanal tersebut dan mengharapkan angkatan laut tetap memaksimalkan peran dan tugasnya melakukan pengamanan wilayah laut termasuk kasus-kasus penyeludapan ketika ada Karlahut.

"Ini seperti efek domino, kita tidak membenarkan bisa jadi kemungkinan itu bisa saja ada peran mereka membakar hutan untuk mengambil keuntungan," ungkap Danrem.

Pertemuan rakor Karlahut ini sendiri dipimpin Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi. Kemudian hadir juga Kapolda Riau Irjend Pol Zulkarnain, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma Henri Alfiandi, Danlanal, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.



EmoticonEmoticon