Sunday, 8 January 2017

Secara Aklamasi,Sari Antoni Terpilih sebagai Ketua Golkar Rohul

Tags

SuksesPos.com-PASIRPANGARAIAN- Sari Antoni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Anggota DPRD Rohul asal Dapil II (Tambusai dan Tambusai Utara) juga Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Tambusai Utara ini terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Rohul, di salah satu hotel di Pasirpangaraian, Ahad (8/1/17).

Mesti sempat ricuh, ada beberapa beberapa oknum mengaku kader Golkar mengajukan interupsi, namun Musda IV Partai Golkar Rohul yang dilaksanakan oleh DPP Partai Golkar ini tetap berlanjut. Dan Sari Antoni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rohul setelah 12 PK dari 16 PK yang ada mendukungnya.

Usai Musda, Sari Antoni mengakui setelah terpilih ini akan merangkul seluruh kader, sehingga partai berlambang pohon beringin ini semakin kuat dan eksis di Kabupaten Rohul seperti sebelumnya.

Ia juga akan segera melakukan konsolidasi dengan 16 PK di Kabupaten Rohul, agar yang dulunya renggang menjadi erat kembali.

Sementara itu, Koordinator Riau DPP Partai Golkar, HM. Idris Laena, mengakui bahwa Musda IV Partai Golkar Rohul dilaksanakan oleh DPP Partai Golkar karena pengurus DPD II dan DPD I Partai Golkar Riau belum juga menggelar Musda.

Idris mengakui Musda Partai Golkar Rohul ini sah, dan diatur di dalam tata kerja DPP, sesuai hasil Rapat Pimpinan Nasionan (Rapimnas) yang paling tinggi kedudukannya dalam pengambilan keputusan.

"Musda ini sah, sangat sah, super sah. Sebetulnya perintah DPP normal awalnya tanggal 19-20 Desember (2016). Akan tetapi DPD I dan DPD II belum melaksanakan, atas dasar itu Musda nggak jadi-jadi nanti, terpaksa lah diambialih pelaksanaan oleh DPP," ujar Idris usai Musda IV Partai Golkar Rohul, Ahad sore.

"Ini diatur di dalam tata kerja DPP yang merupakan hasil Rapimnas, paling tinggi kedudukannya dalam pengambilan keputusan, menetapkan bahwa jika suatu daerah tidak melaksanakan sesuai apa yang diintruksikan bisa di-Plt-kan (pelaksana tugas)," tambah Idris.

Pada 30 Desember 2016, DPD Golkar membuat surat berisikan dua poin yang ditujukan ke DPD I Golkar Riau dan DPD II Golkar Rohul, yakni pertama memberhentikan Suparman dengan alasan agar fokus menghadapi masalahnya.
Kedua, mengangkat Sari Antoni sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Rohul, dan melaksanakan tugas-tugas partai serta segera melaksanakan Musda IV Partai Golkar Rohul.

"Musda ini yang melaksanakan DPP, bukan DPD I, bukan DPD II lagi. Kebetulan DPP mem-Plt-kan ke Pak Sari Antoni. Mestinya saya DPP, namun karena di dalam Juklak (petunjuk pelaksana) kita tidak diatur, maka Pak Sari Antoni yang ditunjuk sbg Plt dilaksanakan pada tanggal 7-8 Januari," ungkap Idris.

"Kemudian ada surat dari DPD I pada tanggal 7 baru dikirim, sementara Plt nya Pak Sari Antoni tanggal 30 Desember, jadi kemudian duluan Plt nya dari surat DPD I," tambahnya.

Idris menambahkan, Musda IV Partai Golkar resmi karena dihadiri pengurus DPD Partai Golkar. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi penundaan-penundaan jadwal Musda.

"Saya minta Pak Sari Antoni sahabat kita semua, sahabat Pak suparman juga. Pak Suparman juga adik saya, akrab dengan saya. Tapi saya kan tidak bisa menafik-kan, partai ini harus besar dan bekerja melaksanakan program, sementara adik saya sedang ada masalah," jelasnya.

"Begitu ada orang yang siap membesarkan partai kita (Golkar) ya harus diterima dengan lapang dada. Dan partai Golkar menerima itu," kata Idris lagi.

Idris meminta Sari Antoni segera melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus DPD II Partai Golkar Rohul dan 16 PK, merangkul semua kader partai, dan menjadikan partai berlambang pohon beringin ini seperti dulu lagi, kompak dan meraih kursi di legislatif lebih banyak.

Idris mengakui bila pengurus di DPP Partai Golkar Rohul saat ini hanya satu, solid, dan tidak ada Golkar satu atau golkar dua.

"Kalau misalnya di DPP solid, di bawah terus legistimasinya dari mana? Kan DPP yang memutuskan, DPP nya cuma satu," pungkas Idris Laena

(rtc)


EmoticonEmoticon