Thursday, 2 March 2017

Waduk PLTA Koto Panjang Melimpah Warga Sekitar Harus Waspada

Tags

SuksesPos.com, Bangkinang, - Masyarakat Kampar diminta untuk tidak berada di pinggiran Sungai Kampar. Pasalnya air waduk di PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau akan dilepas karena tingginya permukaan air akibat curah hujan.

Demikian disampaikan Manager SDM dan Umum PLN Wilayah Riau-Kepri, Dwi Suryo Abdullah dikutip detikcom, Kamis (2/3/2017). Dwi menjelaskan, informasi pihak PLTA Koto Panjang, pada hari ini pukul 05.00 WIB, tinggi elevasi air waduk di angka 79.94 mdpl. Tercatat outflow air 350.96m3/s sedangkan inflow air 716.36 m3/s.

"Dengan inflow air lebih besar dibanding outflownya, maka potensi tinggi muka air waduk akan naik. Apabila mencapai elevasi 82,5 mdpl maka sesuai prosedur akan dilakukan pembukaan pintu air waduk," kata Dwi.

Dwi mengatakan, pembukaan pintu air terpaksa dilakukan agar tidak mengakibatkan sisi banjir di bagian hulu serta menjaga agar bendungan tidak mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau agar masyarakat di bagian hilir waduk saat ini untuk tidak berada di pinggiran Sungai Kampar," kata Dwi.

Peringatan dini ini dilakukan karena bisa jadi bila hujan masih turun dan air waduk mendekati ambang batas elevasi, maka pintu waduk akan dibuka.

"Guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, sebaiknya menghindari lokasi pinggir Sungai Kampar," kata Dwi.

Sekadar informasi, saat ini 3 pembangkitPLTA Koto Panjang berjalan normal dan menghasilkan 115 MW. Ini karena musim penghujan yang membuat kebutuhan air di waduk berjalan normal malah melebihi ambang batas

Namun, apabila musim kemarau, air waduk ini sering surut dan sampai tiga turbin tidak berfungsi. Minimnya air saat musim kemarau di waduk tersebut, tidak lain akibat rusaknya wilayah resapan air di bagian hulu waduk baik di bagian wilayah Riau maupun di Sumatera Barat. Wilayah resapan air di Riau banyak yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Itulah faktanya, sehingga air waduk PLTA Koto Panjang tidak normal.



EmoticonEmoticon