Tuesday, 5 September 2017

Luar Biasa, Setelah Rujukan Nasional, SMAN 12 Pekanbaru Ditunjuk Sebagai Sekolah AKSI

Tags



SuksesPos.com, Pekanbaru, – Luar biasa, Inilah kata yang pantas disampaikan kepada keluarga besar SMA 12 Pekanbaru. Setelah mendapat prediket rujukan nasional, baru -baru ini ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI  sebagai  tempat uji pelaksanaan sistem Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI). 


"Alhamdulillah SMA 12 Pekanbaru ditunjuk sebagai sekolah AKSI. Di Riau hanya 2 sekolah saja, sekolah kita dan SMA 2 Bangkinang," ujar Kepala SMA 12 Pekanbaru Hj.Ermita,S.Pd,MM diruang kerjanya, Selasa(5/9/2017).


Menurut Ermita, sekolah yang dipercaya sebagai pelaksanaan AKSI se Indoensia hanya 68 sekolah. Dari 34 provinsi se Indonesia hanya 2 sekolah saj setaip provinsi.  Di Riau SMAN 12 Pekanbaru dan SMAN 2 Bangkinang.


Ditunjuknya sekolah ini oleh  pusat sebagai tempat pelaksana AKSI,  karena predikat sebagai sekolah rujukan nasional serta keberhasilan program pengisian e-rapor sekolah. Sedangkan SMAN 2 Bangkinag mewakili sekolah yang telah melaksnakan UNBK mandiri.


“Inilah alasan pusat menunjuk SMAN 12 sebagai tempat pelaksanaan uji coba sistem AKSI dan kita siap untuk melaksankan kegiatan assessment ini,” jelas Ermita.


Dikatakan,  ujicoba sistem AKSI ini meliputi siswa, guru dan kepala sekolah. Siswa yang ikut assessment ini berjumlah 30 orang siswa kelas 12 peminatan MIPA . Sedangkan guru yang di assessment berjumlah 5 orang mata pelajaran yang di ujian nasional matematika, bahasa Indonesia, fisika biologi dan kimia.


Siswa yang dipilih secara acak ini akan mengikuti test AKSI. Begitu juga dengan guru akan mengisi angket secara online guru mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, fisika, biologi dan kimia. Sedangkan kepala sekolah, pada uji coba sistem AKSI ini akan mengisi angket secara online.


“Jadi dengan pelaksanaan sistem AKSI ini akan mengetahui kompetensi siswa, guru dan kepala sekolah,” terangnya.


Sementara itu Kurniadi Febry Saputra selaku penanggung jawab pelaksana AKSI di Riau mengatakan tujuan pemerintah melaksanakan sistem assessment kompetensi siswa Indonesia untuk memantau mutu pendidikan secara nasional di satuan pendidikan. Selain itu memperoleh infomasi data yang valid menyangkut dengan mutu pendidikan yang mengambar pencapaian kemampuan siswa melalui survei.


Pelaksana AKSI dilakukan tiga tahap. Tahap pertama tanggal 28 sampai dengan 31 agustus 2017. Tahap kedua dilakukan tanggal 4 sampai dengan 7 septermber 2017 dan tahap ketiga dimulai 11 sampai dengan 15 september 2017.” Untuk SMAN 12 dimulai tanggal 5 September dan kita sudah memantau simulasi yang dilakukan oleh pihak sekolah,” pungkasnya(jun).




EmoticonEmoticon