Wednesday, 4 October 2017

SMK Telkom Pekanbaru Sesalkan Sikap Rosmaini Anggota LBP2AR

Tags



SuksesPos.com, Pekanbaru,  - SMK Telkom Pekanbaru mengaku menyesal atas sikap yang ditunjukkan Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini. Pasalnya selain menginterogasi, oknum tersebut juga mengancam pihak sekolah untuk dilaporkan ke Disdik.


Kepala Tata Usaha (KTU) SMK Telkom M. Fuadi, Senin (02/10/17) ketika dikonfirmasi sejumlah awak media menyebutkan  Rosmaini dari LBP2AR dkk bermaksud megkomfirmasi Kepala  SMK Telkom M.Faisal,S.Pd terkait masalah salah satu siswanya Soffan  yang diberitakan tidak diperbolehkan mengikuti ujian oleh pihak sekolah. Fuadi menyebutkan, karena pak Kepsek lagi tak ditempat, saya jelaskan bahwa beliau sedang ada urusan di Disdik Riau. Saya persilakan saja nunggu di ruang kelas, terangnya.


Menurut Fuadi, Rosmaini dkk kemudian mencoba memaksa untuk masuk ke ruangan guru untuk mencari Walikelas Soffan, pak Teguh. Karena dari awal yang dicari Kepsek bukan Walikelas tentu saya melarang Rosmaini dkk.


Tak sampai disitu lanjut Fuadi, Rosmaini pun mengancam SMK Telkom bahwa jika Kepsek tak datang kesekolah hingga jam 15.00 WIB hari ini,  pihaknya akan melaporkan masalah ini ke Disdik Riau.


" Kami tunggu sampai jam 15.00 WIB, kalau tidak ketemu kepsek hari ini, kita laporkan aja ke Disdik Riau," ujar Fuad menirukan ancaman Rosmaini.


Kemudian Rosmaini juga menuding SMK Telkom menutup-nutupi persoalan sebenarnya terkait Soffan, siswa Kelas satu jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMK Telkom tersebut.


Usai mengancam kata Fuadi, Rosmaini bersama 5 orang teman lainnya termasuk beberapa orang wartawan, kemudian langsung meninggalkan SMK Telkom.


Sementara Rosmaini yang dikonfirmasi via selularnya membenarkan dirinya bersama beberapa orang temannya datang ke SMK Telkom. Namun ketika dikonfirmasi terkait ancaman yang ia lontarkan, Rosmaini mengaku sedang menikmati makanan kemudian langsung memutus pembicaraan dan mematikan selulernya.


Sedangkan terkait ketidak ikut sertanya Soffan dalam ujian mid semester sebagaimana diberitakan, dijelaskan Fuadi bahwa bukan karena diusir. Melainkan karena siswa tersebut tak masuk sekolah sejak dua minggu terakhir.


Ia mengatakan, terkait utang sekolah sebesar Rp2,1 juta yang belum dibayar oleh Annahdi, orangtua Soffan, pada dasarnya tidak menjadi hambatan.


Dikatakan, pihak sekolah sudah menyurati  orang tuanya. Namum orang tuanya juga tidak datang kesekolah. Ada kakaknya datang dan berjanji akan mengansur, realisasinya sampai saat ini tidak juga ada, jelas Fuadi.


“Kalau soal utang Rp 2,1 juta tersebut sebenarnya kami sudah berencana untuk kunjungan kerumah(Visit)orang tua yang bersangkutan melihat kondisi sebenarnya, dengan harapan Soffan tetap bisa ikut ujian mid semester”, ujarnya.


Untuk itu meski tak mengikuti ujian mid semester, Soffan masih bisa ikut ujian susulan sebelum penerimaan rapor, pungkasnya.(rec/jun).



EmoticonEmoticon