Monday, 4 March 2019

Dirjend Bimas Polda Riau Berikan Penyuluhan Kedisiplinan dan Bahaya Narkoba Kepada Siswa SMPN 33 Pekanbaru.

0 comments


SuksesPos.com, Pekanbaru,- Dirjend Bimas Polda Riau Kompol.Ferizal dan Rombongan  memberikan penyuluhan kedisipilinan dan bahaya narkoba kepada Siswa SMPN 33 Pekanbaru pada upacara bersama Senin(4/3/2019) pagi.

Ferizal, menyebutkan, dalam rangka giat bimas, binredawan dan peduli pendidikan pihaknya telah memberikan penyuluhan kepada keluarga besar SMPN 33 Pekanbaru khususnya bagi peserta didik.

Adapun penyuluhan yang diberikan tentang kedisiplinan,  bahaya narkoba dan kenakalan remaja, medsos dan trrtib lalulintas. Hal ini perlu diberikan penjelasan  agar siswa disiplin dan taat kepada peraturan dan hukum yang berlaku. Kemudian disampaikan juga akan bahayanya penggunaan narkoba maupun kenakalan remaja,  pergaulan bebas serta pengaruh medsos.

Menurutnya siswa harus disiplin. Karena dengan disiplin sesuatu yang dilakukan akan memdapatkan hasil yang maksimal.

 " Kedisiplinan sangatlah penting. Kesuksesan akan dapat dicapai apabila dimulai dengan disiplin. Untuk itu, menghimbau agar siswa disiplin belajar. Sehingga apa yang dicita -citakan akan dapat terwujud",  ujarnya.

Selain kedisipilnan,  Ferizal juga menyampaikan bahaya narkoba terhadap siswa.maupun medaos dan tertib lalulintas. Kemudian  
Dia  mengingatkan agar para siswa tidak tergiur dengan rayuan untuk terlibat dalam penyebaran atau pengedar maupun pemakai narkoba. Karena nantinya selain merusak, siswa akan dihadapkan kepada persoalan hukum.

Pada kesempatan upacara bendera Senin pagi tersebut, Ferizal  juga menyinggung tentang penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa berangkat kesekolah.

Sebenarnya sangat dilema, siswa SMP belum boleh mengendarai sepeda motor, namun lokasi sekolah yang tidak adanya jalur angkot atau angkutan umum, maka mau tidak mau siswa harus menggunakan motor kesekolah.  

Untuk itu, Ferizal  meminta agar siswa menggunakan Helm, kondisi kendaraan yang layak, lengkap dengan spion, knalpotnya jangan di besarkan, tidak mengebut dan tentunya mengikuti aturan atau rambu - rambu lalu lintas.

" Masih banyak ditemukan siswa mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, tidak ada spion, knalpot yang dibesarkan dan sering ngebut di jalan raya. Seperti ini tidak boleh, melanggar hukum. Maka, kalau kedapatan akan kami tindak" tuturnya.

Kepala SMPN 33 Pekanbaru Wijayanti Sri Utari,S.Pd ketika dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya menyambut baik penyuluhan dari Dirjend Bimas Polda Riau.

 " Kita sangat menyambut baik penyuluhan dari pihak Polda. Sebenarnya di sekolah sudah disampaikan, namun dari kepolisian adanya pendekatan secara hukum," ungkap Yanti.

 Lebih jauh lagi, Yanti  menjelaskan, dengan adanya penyuluhan siswa diharapkan tertib dan disiplin terhadap peraturan yang berlaku.

Menurut Yanti secara berkelanjutan pihak sekolah telah melakukan kerjasama. Hampir setiap bulan siswa mendapatkan penyuluhan dan informasi dari kepolisian maupun BNN dan kejaksaan. Dengan demikian peserta didik mengetahui hal- hal yang bertentangan dengan hukum.  Sehingga kedepan siswa tidak akan melakukan perbuatan negatif yang melawan hukum, terangnya.


Dikatakan, kegiatan penyuluhan dari polisi dan babinsa ini sangatlah penting bagi siswa. Karena siswa diingatkan agar tidak melakukan perbuatan yang merugi dirinya sendiri dan masyarakat.  Hal ini merupakan antisifasi awal agar siswa terhindar dari perbuatan negatif.

Kedepan kegiatan bisa ditingkatkan, sekecil apapun niat dan perbuatan negatif dan melanggar hukum dapat dihindari. Siswapun secara emosional dekat dengan polisi sebagai pengayom masyarakat. Sehingga anak didik lebih maksimal belajar dalam meraih  cita-citanya, pungkas Yanti optimis.

Pafa kesempatan tersebut, juga diputarkan film dokumenter yang menceritakan akibat dan penyebab kenakalan remaja. Bermula dari merokok. Melawan orang tua. Tidak mau sekolah dan akhirnya terjerat narkoba.

Dari pantauan, seluruh siswa antusias mengikuti penyuluhan dengan penuh khidmat.(jun).


No comments:

Post a Comment